KAGAMA.CO, YOGYAKARTA – Ruth Sahanaya bernostalgia di UGM Jazz 2018 yang diselenggarakan di Grand Pacific Hall (03/11/2018). Hal ini disampaikannya sebelum menyanyikan lagu pertama yang berjudul Seputih Kasih.

Perempuan yang kerap disapa dengan Uthe ini mengaku bahwa di tahun 1987, ia telah menghasilkan album pertamanya bersamaan dengan pertama kali terselenggaranya UGM Jazz.

Uthe mengaku senang dapat dipercaya untuk tampil di acara musik yang sudah diadakan sebanyak 24 kali ini. Ia juga merasa senang dapat bertemu dan berkolaborasi dengan musisi sohor seperti Darusman yang turut membantu produksi album pertamanya.

Seperti halnya dengan Uthe, Candra menyebutkan bahwa UGM Jazz 2018 ini mengembalikan memori bersama sahabat yang ada di Yogyakarta. Baginya, kota ini makin semarak dengan orang-orangnya yang tetap ramah.

Selain Uthe dan Candra, selaku pihak promotor, Toni Prasetiantono juga merasakan hal serupa. Ketika berbincang dengan Candra di atas panggung, ia mengaku sebagai penggemar berat dari musisi tersebut.

“Dulu, waktu Mas Candra di UGM Jazz yang di Kridosono tahun 1987, kita sempat rugi Rp.5 juta,” ungkap Tony. Suasana nostalgia semakin terasa setelah Tony menceritakan bahwa mahasiswa yang dulu dibimbingnya, saat ini mampu berkontribusi dalam UGM Jazz sebagai pihak sponsor. (Tita)