MOSKOW, KAGAMA – Rusia berencana mendatangkan pelatih bulutangkis dari Indonesia. Selain itu, Rusia juga tengah menemukan metode terapi melalui bulutangkis untuk pengobatan myopia atau mata rabun.

Keinginan tersebut disampaikan Ketua Umum Federasi Nasional Bulutangkis Rusia Sergey Shakray saat bertemu Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) RI Wiranto yang juga selaku Ketua Umum Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Senin (23/5/2017) di KBRI Moskow, Rusia. Pertemuan dilaksanakan untuk membahas peningkatan kerjasama bulutangkis kedua negara.

Pertemuan tersebut sudah yang kedua kali. Sebelumnya Sergey Sakhray berkunjung ke Jakarta pada 16 Maret 2017. Sedangkan kunjungan Menko Polhukam Wiranto memimpin delegasi Indonesia pada  Pertemuan Bilateral bidang Politik dan Keamanan Indonesia dan Rusia dan pertemuan internasional the 8th International Meeting of High Representatives for Security Issues di Zavidovo, Rusia.

Dubes RI untuk Rusia M Wahid Supriyadi (paling kiri) mendampingi Menko Polhukam Wiranto bertemu Sergey Sakhray dan sejumlah pejabat Rusia (Foto ISTIMEWA)
Dubes RI untuk Rusia M Wahid Supriyadi (paling kiri) mendampingi Menko Polhukam Wiranto selama kunjungan ke Moskow, Rusia (Foto ISTIMEWA)

Saya sudah menginformasikan kepada seluruh pengurus  bulutangkis se Indonesia (terkait keinginan Rusia mendatangkan pelatih asal Indonesia) dan tanggapan sangat baik. Namun, kami masih memerlukan informasi lebih rinci mengenai kualitas pelatih yang diinginkan Rusia,” ujar Menko Wiranto kepada Sergey Sakhray.

Selanjutnya, Wiranto menyampaikan, untuk pembicaraan teknis rencana tersebut dapat dikomunikasikan melalui Duta Besar M Wahid Supriyadi yang juga penggemar bulutangkis. Wiranto juga menyatakan akan terus memantau perkembangan dan secepatnya merealisasikan rencana pengiriman pelatih bulutangkis asal Indonesia ke Rusia.

Sementara itu, Sergey Sakhray mengungkap hasil temuan para pakar dan akademisi Moscow State University tentang metode terapi untuk pengobatan myopia melalui bulutangkis. Terapi tersebut bermanfaat untuk menyembuhkan penderita rabun jauh di kalangan siswa sekolah dan juga cukup efektif bagi orang dewasa berkacamata. Terutama dengan mengenali penyebab utama rabun jauh, antara lain keseringan menggunakan gadget, kurang cahaya saat membaca, pola makan kurang teratur, dan kurang bergerak.

Sergey Sakhray yang juga Wakil Rektor Universitas Negeri Moskow berharap Indonesia membantu mempromosikan metode tersebut kepada berbagai rumah sakit mata di Indonesia. “Kami siap menyebarluaskan informasi terapi pengobatan mata rabun melalui bulutangkis ini kepada Indonesia,” ujar Sergey.

Rusia melalui Sergey Sakhray selaku Ketua Umum Federasi Nasional Bulutangkis Rusia ingin mendatangkan pelatih dari Indonesia dan menawarkan metode terapi bulutangkis untuk pengobatan mata rabun (Foto ISTIMEWA)
Pemerintah Rusia melalui Sergey Sakhray selaku Ketua Umum Federasi Nasional Bulutangkis Rusia ingin mendatangkan pelatih dari Indonesia dan menawarkan metode terapi bulutangkis untuk pengobatan mata rabun (Foto ISTIMEWA)

Sergey Sakhray yang juga mengetuai Lembaga Kerjasama dan Persahabatan dengan Indonesia (LKPI, sebuah LSM yang berdiri sejak tahun 1958 dan beranggotakan warga Rusia dari berbagai profesi pecinta Indonesia) juga mengundang Menko Wiranto dan Dubes Wahid berkunjung ke kampus kedokteran Moscow State University guna melihat langsung fasilitas dan penerapan terapi pengobatan myopia melalui bulutangkis.

Menko Wiranto menyatakan ketertarikan terhadap metode pengobatan mata rabun yang dikembangkan Rusia tersebut untuk kelak juga dapat dikembangkan di Indonesia. Selain itu langkah pemerintah Rusia yang menerapkan bulutangkis sebagai salah satu olahraga wajib di berbagai sekolah di Rusia guna menjaga kesehatan mata para siswa pelajar, dipandang sebagai langkah yang patut dicontoh negara lain. [rts]