Runway 3 Bandara Soetta Beroperasi, Pergerakan Pesawat Jadi 100 Pesawat Per Jam

16
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menargetkan landasan pacu atau Runway 3 Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta (Soetta), Cengkareng, Jakarta, sepanjang 3000 meter sudah bisa beroperasi pada November 2019 mendatang. Foto : Kemenhub
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menargetkan landasan pacu atau Runway 3 Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta (Soetta), Cengkareng, Jakarta, sepanjang 3000 meter sudah bisa beroperasi pada November 2019 mendatang. Foto : Kemenhub

KAGAMA.CO, JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan jika nanti Runway 3 Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta sudah beroperasi penuh maka pergerakan pesawat dapat bertambah jumlahnya menjadi 100 pesawat per jam pada saat Runway 3 sudah memiliki panjang 3000 meter.

Hal itu disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat mengunjungi Jakarta Air Traffic Service Center di Bandara Soekarno Hatta untuk melihat proses take off dan landing pesawat di Runway 3, Bandara Soetta, Cengkareng, Jakarta, Minggu (8/9/2019).

Saat ini dengan fasilitas runway yang ada pergerakan pesawat yang tadinya hanya 75 pesawat per jam telah dapat meningkat kapasitasnya menjadi 81 pesawat per jam.

Kemenhub menargetkan landasan pacu atau Runway 3 Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta (Soetta), Cengkareng, Jakarta, sepanjang 3000 meter sudah bisa beroperasi pada November 2019 mendatang.

Menhub menyampaikan bahwa sudah satu bulan ini Runway 3 beroperasi dan berlangsung baik.

“Meskipun untuk runway ntuk 2500 x 45 meter, dan terbatas untuk pesawat Citilink dengan kualifikasi Boeing 737 dan Airbus.”

“Nanti pada bulan November, panjang Runway 3 menjadi 3000×60 meter bisa dilaksanakan, semua pesawat bisa mendarat dan take off di situ,” tuturnya.

“Waktu saya saat masih menjadi Dirut PT AP II Soekarno Hatta pergerakannya 75, sekarang menjadi 81 setiap satu jam. Kalau nanti Runway 3 beroperasi dengan panjang 3000 meter, take off landing kurang lebih bisa menjadi 100 per jam,” ujar Menhub Budi.

Pembangunan Runway 3 yang merupakan arahan dari Presiden RI Joko Widodo ini, ungkap Menhub, juga dapat melakukan penghematan hingga mencapai Rp75 juta dihitung dari jumlah bahan bakar.

Hemat Rp75 Juta

Senada dengan Menhub, Direktur Utama PT Angkasa Pura II M. Awaluddin menjelaskan bahwa dari simulasi yang dilakukan oleh maskapai pada Agustus lalu, pembakaran bahan bakar pesawat dapat ditekan hingga 1300 pounds atau Rp70 juta sampai Rp75 juta jika dikalkulasi dalam rupiah karena pesawat tidak perlu menunggu lebih lama untuk mencapai apron setelah landing.

“Simulasi dari teman-teman maskapai saat 15 Agustus, terjadi penghematan bahan bakar maskapai karena tak perlu holding.”

“Setelah landing, langsung dilakukan routing ke parking stand dengan lebih cepat, fuel burn juga bisa diminimalkan sebesar 1300 pounds atau jika dikalkulasi mencapai Rp70-75 juta.”

“Jadi kemampuan kita saat taxi hingga take off landing lebih bervariasi,” pungkas Awaluddin. (Kemenhub/Jos)