KAGAMA.CO, BERITA—Bekas bangunan rumah sakit darurat saat perang kemerdekaan yang berada di Desa Sendang, Krakitan, Bayat, Kabupaten Klaten terancam roboh. Tiang penyangga utama bangunan ini sudah tidak lagi kuat menahan beban atap bangunan sehingga harus disangga dengan bambu untuk memperkuat tiang utama.

Banyak yang belum tahu jika bangunan ini merupakan salah satu tempat perjuangan bangsa Indonesia. Rumah sakit darurat ini oleh warga sekitar lebih dikenal dengan sebutan Rumah Sakit (RS) Geger. Pengantar ransum di RS itu, Sumirin (90), mengatakan bangunan tersebut digunakan sebagai rumah sakit darurat ketika masa perang kemerdekaan.

Bangunan ini juga sebenarnya memiliki ikatan terhadap UGM karena Rektor pertamanya, dr. Sardjito, pernah menjadi bagian penting dalam membangun RS ini. Menurut Surimin, saat itu Klaten menjadi pusat militer sehingga pihak sekutu sering melakukan patroli di wilayah Klaten ini.

Ketika ada pejuang maupun masyarakat yang menjadi korban perang yang menderita luka parah, mereka dibawa ke RS ini untuk diobati oleh dr. Sardjito dan beberapa teman dokternya. “Pak Sardjito dibantu dua perawat yaitu Mas Trisono dan Pak Giyanto di RS Geger,” ujar Sumirin, pada Senin (09/07/2018).