RS Akademik UGM Jadi RS Rujukan Penanganan Covid-19 dengan Smart System

287

Keunggulan Ruang Isolasi

Dia juga menyebutkan, terdapat beberapa keunggulan ruang isolasi RSA UGM yakni pengaturan negative pressure ruangan sampai dengan -2,5 Pa (pascal) untuk pertukaran sirkulasi udara minimal 12 ACH (air change per hour), Hepa Filter yang dapat menyaring virus dan bakteri hingga besaran 0,3 mikron, tersedianya ruang Anter Room yaitu ruang antara berpintu ganda dangan sistem interlock untuk mencegah ruangan lain terpapar udara dari ruang isolasi, menggunakan lampu UV Germicidal yang mampu membunuh virus dan bakteri, dan CCTV di setiap ruang isolasi sehingga dapat selalu termonitor dari jarak jauh.

“Di samping itu seluruh ruang rawat dilengkapi dengan exhaust fan untuk lebih memproteksi para tenaga medis, lingkungan sekitar serta pasien yang dirawat.”

“Besar harapan kami dengan dibangunnya Gedung Arjuna dan Gedung Yudhistira sebagai Rumah Sakit Rujukan Covid-19 akan mampu meningkatkan perlindungan bagi masyarakat dan juga meningkatkan kesiapan penanganan masyarakat yang terdampak Covid-19,” ujar Danis.

Rektor UGM Panut Mulyono mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat atas selesainya pembangunan lanjutan gedung Arjuna dan Yudhistira RSA UGM.

“InsyaAllah pada hari Kamis (11/6/2020), setelah kita lakukan sterilisasi, maka gedung ini akan segera kita operasikan.”

“Kehadiran RSA UGM menjadi sebuah kebanggaan sekaligus harapan bagi seluruh masyarakat DIY.”

“RS yang berfungsi sebagai tempat pendidikan, penelitian dan pelayanan kesehatan secara terpadu, selaras dengan prinsip Tri Dharma Perguruan Tinggi,” kata Panut.

Baca juga: New Normal Bisa Jadi Kesempatan Memperbaiki Pola Hidup

Penyelesaian pembangunan lanjutan RS Akademik UGM dikerjakan oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya melalui Badan Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi DIY dengan kontraktor PT Adhi Karya dan Manajemen Konstruksi PT Virama Karya dengan melibatkan 515 tenaga kerja. Kedua gedung tersebut telah dilengkapi transport vertikal dalam bangunan (bed lift).

Gedung Yudhistira dibangun setinggi lima lantai dengan luas 4.177 m2 dimanfaatkan untuk fasilitas penyimpanan logistik di lantai 1, ruang Poliklinik Covid-19 di lantai dua, ruang rawat pasien dalam pengawasan (PDP) di lantai tiga, empat, dan lima dengan kapasitas masing-masing 22, 24, dan 23 tempat tidur.

Sementara Gedung Arjuna juga setinggi lima lantai dengan luas 4.505 m2 untuk ruang ganti medis di lantai dua, ruang istirahat tenaga medis di lantai tiga, ruang perawatan PDP dengan kapasitas 23 tempat tidur di lantai empat, dan ruang isolasi kritis dilengkapi negative pressure sebanyak 15 tempat tidur di lantai lima. (Josep)