Di sela-sela kegiatan, pada tanggal 4 Oktober 2018, Duta Besar Djauhari Oratmangun juga berkesempatan menjadi narasumber dalam acara Sarasehan Nasional Kemaritiman 2018 bertema Prospek Penataan Potensi Kemaritiman Indonesia tahun 2019 – 2024 di Jakarta. Pihaknya juga membahas hubungan bilateral Indonesia-Tiongkok dalam konteks kemaritiman. Sarasehan Nasional tersebut digelar oleh Forum Komunikasi Maritim Indonesia (FORKAMI) dan Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia (ASPEKSINDO).

Di kota Ambon, Provinsi Maluku, Duta Besar Djauhari bersama para investor Tiongkok  bertemu Gubernur Maluku dan jajarannya, Rektor Universitas Pattimura, Logistik Angkasa Pura dan meninjau fasilitas cold storage. Pertemuan membahas kerja sama investasi di sektor pariwisata, perikanan, smart city, kelistrikan, logistik serta pendidikan.

Pertemuan dengan Gubernur Maluku dan jajaran, Rektor Universitas Pattimura dan Logistik Angkasapura.(Foto: KBRI Beijing)
Pertemuan dengan Gubernur Maluku dan jajaran, Rektor Universitas Pattimura dan Logistik Angkasapura.(Foto: KBRI Beijing)

 

Kunjungan ini diyakini akan membawa manfaat nyata bagi perekonomian daerah dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat setempat. Selama di Maluku, Duta Besar Djauhari juga mengajak peserta untuk menikmati keindahan alam dan ragam kuliner khas Maluku mulai dari rujak natsepa, pisang dan sukun goreng, nasi kuning, ikan bakar, ikan kuah kuning dan papeda serta aneka ragam kue khas Maluku.

Program Road Show ini merupakan tindak lanjut dari Forum Bisnis yang diselenggarakan oleh KBRI Beijing pada 26 September 2018 di Beijing. KBRI Beijing juga telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan investasi, perdagangan dan arus wisata dari RRT ke Indonesia melalui berbagai cara dan jalur, termasuk ke masyarakat dan media di Tiongkok.(KBRI Beijing)