Penggarap diwajibkan menyiapkan tanah, memasang ajir berjarak 3×2 meter, mengambil dan mengangkut bibit, menanam dan memelihara bibit serta memelihara tanaman dengan mengikuti petunjuk yang diberikan UGM.

Jumlah bibit yang berhasil ditanam waktu itu kurang lebih 15.000 bibit baik oleh penggarap maupun tim penghijauan UGM. Jenis pohon yang ditanam antara lain, Acacia auriculiformis, Caliandra calothyrsus, Albizia falcataria, Gliricidia maculata, Ochroma sp. dll.

Penanaman dan perawatan terus dilakukan hingga tahun 1979. Prof. Soeseno menuliskan bahwa proses penanaman tersebut berhasil karena angka kematian tanaman utamanya kecil, kurang dari 10%. Proses pertumbuhannya juga cepat. Setelah penanaman, tim penghijauan melakukan proses monitoring terus menerus.

Proses penghijauan terus dilakukan hingga saat ini. Kini dari 211,9846 Ha luas lahannya, UGM memiliki ruang terbuka hijau 30% dengan jumlah pohon sekitar 10.200. Hasil dari itu semua kini bisa dinikmati sivitas akademika UGM dan masyarakat sekitar.[Fajrin]