Rinta Wujudkan Mimpi yang Tertunda Saat S1, Meraih IPK Tertinggi

3096
Setiap ingin menyerah, keluarga dan orang terdekat selalu mendukung penuh. Kemudian meyakinkan kembali Saya untuk tetap berjalan bila sudah lelah berlari, setidaknya Saya jangan berhenti. Foto: Istimewa
Setiap ingin menyerah, keluarga dan orang terdekat selalu mendukung penuh. Kemudian meyakinkan kembali Saya untuk tetap berjalan bila sudah lelah berlari, setidaknya Saya jangan berhenti. Foto: Istimewa

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Sejak menempuh studi di S1 Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya, Noor Arinta Sari Masjid sudah menentukan target meraih IPK tertinggi.

Namun, mimpi itu sempat tertunda dan akhirnya malah terwujud saat Rinta lulus dari Prodi Magister Ilmu Peternakan UGM.

Rinta terpilih sebagai wisudawan terbaik dari Fakultas Peternakan, pada program Wisuda Pascasarjana Periode II Tahun Akademik 2019/2020.

“Senang, bangga, dan bersyukur. Memang IPK bukan segalanya, tapi setidaknya itu menunjukkan proses kita menempuh pendidikan dan gambaran dari usaha kita dalam belajar serta menambah ilmu pengetahunan.”

“Yang awalnya bercita-cita dan gagal. Namun, ternyata terwujud pada saat melanjutkan di S2 ini,” ungkap Rinta.

Peraih IPK 3,93 ini sejak awal memang ingin serius menambah ilmu sebanyak-banyaknya.

Dia merasa masih kurang dalam hal pengetahuan, baik teori maupun praktik.

Baca juga: Sambut Imlek, Ganjar Pranowo Ngopi di Kawasan Pecinan Semarang

“Dan alhamdulillah IPK mengikuti usaha yang dilakukan dari awal masuk hingga selesai,” ujar perempuan asal Nganjuk, Jawa Timur ini.

Menurut Rinta, pencapaiannya itu juga menjadi gerbang awal, agar dirinya tetap fokus pada setiap tahap yang dilalui.

Sehingga dengan terbiasa fokus, hasil juga akan mengikuti usaha.

Rinta mengaku tidak memiliki trik khusus belajar untuk meraih IPK tinggi.

Bagi dia, yang terpenting orang harus tetap yakin dan percaya diri pada kemampuan dirinya sendiri, berusaha melakukan segala sesuatu dengan tekun dan ikhlas, serta selalu berdoa kepada Allah SWT agar diberikan yang terbaik.

Namun, sepanjang menempuh studi, Rinta merasa berat menjalaninya di awal.

Meskipun begitu, Rinta tetap berusaha untuk mengejar ketertinggalan dan beruntungnya dia bisa mendapatkan pencapaian ini.

Baca juga: Siaga Wabah Virus Corona, Pemerintah Lakukan Ini