Rimbawan Kagama Ajak Seluruh Elemen Gabung Gerakan Rimbawan dan Masyarakat Peduli Hutan (GRMPH)

82
Alumnus Kehutanan UGM angkatan 1971, Dr. Ir. Transtoto Handadhari, M.Sc. (kanan) mengajak seluruh elemen untuk bergabung bersama Gerakan Rimbawan dan Masyarakat Peduli Hutan (GRMPH), guna mewujudkan hutan yang menyejahterakan rakyat. Foto: antara
Alumnus Kehutanan UGM angkatan 1971, Dr. Ir. Transtoto Handadhari, M.Sc. (kanan) mengajak seluruh elemen untuk bergabung bersama Gerakan Rimbawan dan Masyarakat Peduli Hutan (GRMPH), guna mewujudkan hutan yang menyejahterakan rakyat. Foto: antara

KAGAMA.CO, YOGYAKARTA – Alumnus Kehutanan UGM angkatan 1971, Dr. Ir. Transtoto Handadhari, M.Sc., mengajak seluruh elemen untuk bergabung bersama Gerakan Rimbawan dan Masyarakat Peduli Hutan (GRMPH).

Transtoto iba dengan kondisi kehutanan di Indonesia.

Menurutnya, pemanfaatan Sumber Daya Hutan (SDH) yang masif dilakukan sejak 1970 meninggalkan cela.

Sebab, hasil hutan tidak mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Rakyat pun dijauhkan dari hutan. Jangankan mimpi memiliki, menjadi penonton saja diawasi. Menikmati menjadi kuli, melewati jalan-jalan truk, dan membuka kedai yang tak jarang merangkap lokalisasi, mungkin itu sudah dianggap menyejahterakan rakyat,” kata Transtoto.

Baca juga: Raih Penghargaan Asian of The Year 2019, Presiden Jokowi Sejajar 3 Pemimpin Kenamaan Dunia

Saat kesejahteraan rakyat belum terangkat, kondisi hutan justru memburuk.

Dikatakannya, puluhan juta ha hutan kini sudah menjadi ilalang akibat kebakaran.

Direktur Utama Perum Perhutani 2005-2008 ini pun mengklaim rimbawan Indonesia sudah abai dengan janjinya.

“Apa yang dikatakan keberadaban sudah jauh dari pikiran. Yang diteriakkan UGM Yogyakarta tahun 1979 bahwa ‘Hutanku Tak kan Hilang’ tidak lagi punya arti,” ucap Transtoto, ”Mereka kini hanya bisa pasrah terdiam. Entah lupa sumpahnya, atau belum menemukan kambing hitamnya,” terang pria kelahiran Yogyakarta, 6 Maret 1951 ini.

Namun demikian, dia tetap meyakini bahwa hutan merupakan harapan negeri untuk bangkit dari kemiskinan.

Baca juga: Akuntansi Punya Makna Lebih dari Sekadar Laporan Keuangan