Rika Fatimah: Pandemi Covid-19 Mengembalikan Fitrah Bisnis yang Memanusiakan Manusia

100
Konseptor dan Tenaga Ahli G2R Tetrapreneur, Rika Fatimah, PL, PhD menilai, pandemi Covid-19 di sisi lain memberikan hikmah, salah satunya mengembalikan fitrah bisnis yang memanusiakan manusia. Foto: Ist
Konseptor dan Tenaga Ahli G2R Tetrapreneur, Rika Fatimah, PL, PhD menilai, pandemi Covid-19 di sisi lain memberikan hikmah, salah satunya mengembalikan fitrah bisnis yang memanusiakan manusia. Foto: Ist

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Pandemi Covid-19 menyadarkan masyarakat untuk rendah hati dan kembali ke alam.

Mengembangkan sumber daya alam secara berkelanjutan, sudah seharusnya menjadi fokus bersama, agar semua orang mampu bertahan hidup.

Gotong royong merupakan modal penting untuk menjaga sumber daya yang dimiliki.

Konseptor dan Tenaga Ahli Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur, Rika Fatimah, PL, PhD., berusaha memperbarui semangat gotong royong kewirausahaan desa, yakni dengan menjadikan kewirausahaan desa sebagai ikonik global.

“Dengan konsep G2R Tetrapreneur, gotong royong kewirausahaan desa ini arahnya bukan hanya sekadar jual beli atau pengentasan kemiskinan.”

Baca juga: Strategi Bupati Jebolan UGM untuk Memulihkan Perekonomian Kubu Raya Secara Aman

“Desa ini harus visioner, bisa maju ke tingkat global, karena sejatinya semua kebutuhan lahir dari desa,” jelas dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM ini.

Hal tersebut Rika sampaikan dalam webinar Kongres Kebudayaan Desa bertajuk Merajut Desa Membangun sebagai Bagian Gerakan Global, yang digelar oleh Sanggar Inovasi Desa, pada Minggu (5/7/2020).

Menurutnya, pandemi Covid-19 di sisi lain memberikan hikmah, salah satunya mengembalikan fitrah bisnis yang memanusiakan manusia.

Namun, gotong royong dalam berbisnis sejatinya bisa diimplementasikan sejak dulu. Tidak seharusnya menunggu pandemi Covid-19 datang.

Rika membandingkan Korea Selatan dengan Indonesia. Korea, kata Rika, pada 1970 masih berstatus sebagai negara miskin. Sedangkan Indonesia sudah masuk kategori negara berkembang.

Baca juga: Kepala Puspar UGM Sebut Cara Agar Wisatawan Mancanegara Mau Kunjungi Indonesia Pasca Corona