KAGAMA.CO, YOGYAKARTA –  UGM Jazz 2018 pada Sabtu (03/11/2018) di Grand Pacific Hall Yogyakarta, tidak hanya sebuah panggung hiburan, tetapi juga sarana bernostalgia dan reuni kecil-kecilan.

Arya, mahasiswa Teknik Elektro angkatan 2015, mengaku turut hadir di UGM Jazz karena diajak orang tuanya yang kebetulan adalah alumni UGM.

“Aku diajak orang tua, sebenarnya ini lebih ke acara orang tua sih,  menurutkuyang suka jazz dan nostalgia bareng,” ucapnya saat ditemui seusai acara.

Senada dengan Arya, Ricard pria paruh baya yang mengaku datang karena selain ingin menikmati musik juga senang bertemu dengan teman-teman seangkatan waktu kuliah di UGM. Seusai acara Ricard tampak sumringah berfoto bersama dengan teman-teman seumurannya.

“Saya suka penampil yang terakhir ya terutama, tapi nilai tambahnya ya bisa kumpul sama temen-temen. Reuni kecil-kecilan” ujarnya dengan sedikit tertawa.

Menurutnya, walaupun tinggal di Jogja, ia dan teman-temannya jarang sekali bertemu karena kesibukan masing-msing. UGM Jazz baginya adalah momen yang tepat untuk bertemu serta bernostalgia kembali.

Lain halnya dengan Vivi dan Toni, pasangan ini mengaku tidak bertemu dengan teman satu angkatannnya. Walaupun sebelumnya sudah menjadwalkan untuk nonton bareng.

Namun beberapa temanya mengurungkan hadir karena ada urusan bisnis. Di sisi lain Toni merasa senang dengan terselenggaranya UGM Jazz 2018.

Menurutnya selain penampil, geliat dan semangat panitia mengingatkannya ketika masih menjadi mahasiswa dan menjadi panitia sebuh acara.

“Seru sih, seru banget. Udah janjian sebelumnya sama temen tapi ada kendala urusan bisnis, jadi batal datang. Salut sama panitianya, semangat dan professional,” terang Toni sesusai acara.(Thovan)