Respons Bupati Petrus Kasihiw untuk Bangkitkan UMKM Teluk Bintuni pada Masa Pandemi

21
Bupati alumnus UGM, Petrus Kasihiw, menyerahkan bantuan kepada pegiat UMKM agar ekonomi Teluk Bintuni kembali hidup. Foto: Ist
Bupati alumnus UGM, Petrus Kasihiw, menyerahkan bantuan kepada pegiat UMKM agar ekonomi Teluk Bintuni kembali hidup. Foto: Ist

KAGAMA.CO, TELUK BINTUNI –Nyaris tiada satu pun sektor usaha yang tidak mengalami benturan hebat akibat pandemi Covid-19.

Daya beli masyarakat yang menurun membuat perputaran ekonomi ikut lesu.

Dampaknya, pendapatan yang diperoleh sebuah usaha jadi anjlok hingga tak lagi dapat beroperasi.

Bupati Teluk Bintuni, Petrus Kasihiw, tak ingin warganya yang bergelut di dunia usaha terus merenungi nasib.

Karena itu, Petrus menyerahkan bantuan modal usaha untuk tahun anggaran 2020 pada Jumat (25 /9/2020) lalu di Gedung Serba Guna Kota Teluk Bintuni.

Baca juga: Kata Ekandari Sulistyanngsih, Canthelan adalah Sarana Penyembuhan Diri di Masa Pandemi

Dana bantuan modal usaha disalurkan melalui Dinas Perdagangan perindustrian koperasi dan UKM (Perindagkop), serta Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

Yakni kepada 1000 proposal (kurang lebih 1000 orang) warga Teluk Bintuni yang merupakan pegiat UMKM penerima gelombang kedua.

“Bantuan modal usaha yang diberikan sejak 2018 hingga 2020 telah mencapai Rp15 miliar,” kata Petrus kepada Kagama.

“Oleh karena itu, diharapkan bantuan ini agar benar-benar digunakan untuk usaha,” jelas alumnus Magister Pembangunan Kota dan Daerah UGM ini.

Di sisi lain, Petrus tak menampik besaran bantuan modal yang diberikan saat ini lebih kecil dari sebelumnya.

Baca juga: Dirjen PDASHL Alumnus UGM Ingin Tumbuhkan Sentra Ekonomi Baru dengan Kacang Macadamia