Relawan Canthelan Alumnus Agribisnis UGM: Berbagi karena Kemauan, Bukan Kemampuan

136

Baca juga: Solusi Gubernur Rohidin untuk Minimkan Kontak Fisik dalam Transaksi

“Pembuatan bumbu pecel dan srundeng ini berkembang menjadi usaha mandiri warga sekaligus sebagai kegiatan pemberdayaan masyarakat, produk kami jual di pasaran juga,” tuturnya.

Dari gerakan canthelan, Tyas mulai sadar bahwa motivasi yang seharusnya dibangun ketika ingin membantu orang lain yaitu kemauan, bukan kemampuan.

Terbukti dengan modal yang sedikit, dukungan kepercayaan, dan solidaritas yang dibangun, gerakan canthelan di Kleben masih bertahan hingga hari ini, yaitu canthelan ke-40.

“Canthelan itu ajaib, semua pekerjaan baik itu sudah ditambahkan, sudah dihitung, dan akan terus bertambah jika Tuhan berkehendak.”

“Canthelan di manapun berada, punya karakter, kelebihan, dan permasalahan. Canthelan bukan kompetisi, justru sebaliknya mengajak orang untuk saling dukung, supaya perbuatan baik ini menyebar,” tuturnya.

Jikalau pandemi sudah berlalu, Tyas berharap canthelan tetap eksis. Menurutnya, semakin banyak warga yang terbantu, maka akan semakin berkah. (Kn/-Th)

Baca juga: Sinergi KABIOGAMA-Fakultas Biologi UGM Bagikan Paket Sembako dan Daging Kurban ke Masyarakat