Rektor UGM: Semangat Budi Utomo Relevan untuk Membangun Bangsa

30

BULAKSUMUR, KAGAMA – Di era teknologi saat ini negara membutuhkan intelektualitas generasi penerus,  bukan pengerahan massa atau gerakan pemaksaan. Demikian pula kepada lulusan Sarjana dan Diploma Universitas Gadjah Mada (UGM) harus berjuang dengan gerakan intelektual dan diplomasi.

Demikian disampaikan Rektor UGM Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M. Sc., Ph. D. dalam sambutan Wisuda Program Sarjana dan Diploma UGM Periode III Tahun Akademik 2016/2017, Rabu (17/5/2017) di Grha Sabha Pramana, Bulaksumur, Sleman, Yogyakarta.

Rektor UGM Prof Ir Dwikorita Karnawati, M Sc, Ph D memimpin upacara Wisuda Program Sarjana dan Diploma UGM Periode III TA 2016/2017 di Grha Sabha Pramana (foto Nurrokhman/KAGAMA)
Rektor UGM Prof Ir Dwikorita Karnawati, M Sc, Ph D memimpin upacara Wisuda Program Sarjana dan Diploma UGM Periode III TA 2016/2017 di Grha Sabha Pramana (foto Nurrokhman/KAGAMA)

“Semangat kita sama dengan yang dikobarkan Dr Sutomo, namun dengan bentuk yang berbeda. Kita  berjuang di meja-meja perundingan, ruang negosiasi, dan opini,” ucapnya.

Rektor mengingatkan sejarah lahirnya Kebangkitan Nasional melalui gerakan Budi Utomo pada 1908. Dwikorita menyerukan agar gerakan tersebut  menginspirasi  dan memberikan semangat kepada wisudawan yang telah menyelesaikan studi.

“Budi Utomo bisa kita jadikan semangat. Saya yakin semangat Budi Utomo masih relevan untuk membangun bangsa, tidak memikirkan diri sendiri. Mari kita manfaatkan hari Kebangkitan Nasional dengan energi positif untuk membangun bangsa,” tandasnya.

Wisudawan diharapkan meneladani semangat gerakan Budi Utomo untuk diterapkan sesuai zaman di era teknologi digital saat ini (foto Nurrokhman/KAGAMA)
Wisudawan diharapkan meneladani semangat gerakan Budi Utomo untuk diterapkan sesuai zaman di era teknologi digital saat ini (foto Nurrokhman/KAGAMA)

Wisuda Program Sarjana dan Diploma Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode III Tahun Akademik 2016/2017 diikuti total sebanyak 1676 wisudawan. Masing-masing, program Sarjana sebanyak 1434 orang, termasuk 7 orang dari Warga Negara Asing (WNA), dan Diploma sebanyak 242 wisudawan.

Dari jumlah wisudawan tersebut, masing-masing yang meraih Bidik Misi dari program Sarjana sebanyak 183 orang, Diploma 37 orang, dan mahasiswa dari daerah 3T (Tertinggal, Terluar, Terdepan) dari program Sarjana sebanyak 48 orang dan dari program Diploma sebanyak 6 orang.

Lulusan  yang meraih predikat cumlaude sebanyak 571 orang dari Program Sarjana, sejumlah 98 orang dari Program Diploma. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) rata-rata untuk Program Sarjana 3,37 sedangkan Diploma 3 dengan IPK 3,38 dan D4 dengan IPK 3,13.

IPK tertinggi Program Sarjana diraih  Maria Fransiska Pudjohartono dari Pendidikan Kedokteran Fakultas Kedokteran UGM, satu-satunya lulusan tahun ini dengan IPK 4,0. Sedangkan untuk Program Diploma diraih Fatmah dari D3 Rekam Medis dengan IPK 3,98.

Semangat Kebangkitan Nasional yang digerakkan Budi Utomo pada 1908 dinilai masih relevan untuk mendukung gerakan intelektual membangun bangsa (foto Wempi Gunarto/KAGAMA)
Semangat Kebangkitan Nasional yang digerakkan Budi Utomo pada 1908 dinilai masih relevan untuk mendukung gerakan intelektual membangun bangsa (foto Wempi Gunarto/KAGAMA)

Wisudawan tercepat lulus  dalam waktu 3 tahun 4 bulan dari Departemen Administrasi Negara FISIPOL UGM Adam Inayah. Wisudawan tercepat dari D3 ilmu Komunikasi selesai dalam waktu 2 tahun 6 bulan 26 hari.

Wisudawan termuda Program Sarjana diraih Aprinasari Triandini Arifin Prodi Psikologi usia 18 tahun 8 bulan 5 hari. Sedangkan untuk Diploma termuda diraih Alfata Balqis dari D3 Akutansi usia 19 tahun  9 bulan 26 hari. [Taufiq Hakim/Wempi Gunarto]