BULAKSUMUR, KAGAMA – Wisuda Program Pascasarjana Periode IV Tahun Akademik 2016/2017, Rabu (19/7/2017) di Grha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada (GSP UGM) diiikuti wisudawan/wati sebanyak 1.047 orang. Sejumlah 16 orang wisudawan di antaranya berkewarganegaraan asing. Berdasarkan jenjang pendidikannya, terdapat 955 orang lulusan Magister, 62 orang lulusan Program Spesialis, dan 30 orang lulusan Doktor.

Selain itu, masa studi rata-rata Program Magister adalah 2 tahun 8 bulan, Program Spesialis selama 4 tahun 4 bulan, dan Program Doktor selama 4 tahun 11 bulan. Lulusan Program Master tersingkat periode ini adalah Endi Ariyati Dewandaru Sadono. Master Ekonomi Pembangunan FEB UGM ini menempuh studi hanya dalam waktu 13 bulan 3 hari.

Sementara itu, Program Spesialis diraih oleh Susan Alfina H. dari Program Studi Ortodonsia Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UGM dengan masa studi selama 33 buan 14 hari. Lulusan Doktor tersingkat tahun ini diraih oleh Sarmin, dengan masa studi selama 40 bulan 21 hari dari Program Studi Ilmu Ilmu Sains Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM.

Prof Ir Panut Mulyono, M Eng, D Eng berpesan kepada wisudawan/wati supaya menggelorakan semangat kebersamaan dan persatuan bangsa sehingga pembangunan untuk mencapai kemakmuran di Indonesia dapat cepat tercapai (Foto Dok. Humas UGM)
Prof Ir Panut Mulyono, M Eng, D Eng berpesan kepada wisudawan/wati supaya menggelorakan semangat kebersamaan dan persatuan bangsa sehingga pembangunan untuk mencapai kemakmuran di Indonesia dapat cepat tercapai (Foto Dok. Humas UGM)

Jumlah wisudawan Magister yang berpredikat cumlaude sebanyak 176 orang atau 18,43%, dan Program S3 sebanyak 13 orang atau 43,33%. Sementara itu, Irman Said Prastyo wisudawan Program Magister merupakan lulusan dengan masa studi paling singkat yakni hanya dalam 1 tahun 8 bulan 10 hari. Peraih beasiswa LPDP ini juga merupakan wisudawan Program Master dengan IPK 4,00, seperti halnya 7 rekan lainnya sesama lulusan Program Master.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UGM Prof Ir Panut Mulyono, M Eng, D Eng mengatakan, persatuan bangsa Indonesia sedang diuji dengan berbagai isu, dan viral media yang sangat berperan. Untuk itu, Panut mengimbau kepada seluruh hadirin untuk lantang menyuarakan kembali semangat persatuan.

“Kita juga harus bersungguh-sungguh dalam mencegah munculnya paham di masyarakat yang ingin menggantikan ideologi Pancasila, karena hal itu sangat membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa,” tegasnya.

Civitas akademika UGM berasal dari berbagai etnik, agama, dan bertutur dengan berbagai bahasa daerah yang berbeda untuk belajar dan maju bersama (Foto Dok. Humas UGM)
Civitas akademika UGM berasal dari berbagai etnik, agama, dan bertutur dengan berbagai bahasa daerah yang berbeda untuk belajar dan maju bersama (Foto Dok. Humas UGM)

Panut memaparkan, Pancasila telah menyatukan warga negara Indonesia yang terlahir dengan penuh keberagaman, namun dapat diikat menjadi satu dalam kebhinekaan. Sebagai kampus tertua yang didirikan oleh republik ini, kata Panut, UGM telah memberikan teladan kepada bangsa bahwa perbedaan dan keberagaman bukanah merupakan penghalang untuk meraih kemajuan.

Panut melanjutkan, kebhinekaan sebagai sebuah anugerah bagi bangsa Indonesia dan sekaligus menjadi ciri khas yang membedakan bangsa Indonesia dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

“Civitas akademika UGM berasal dari berbagai etnik, agama, dan bertutur dengan berbagai bahasa daerah yang berbeda. Mereka berasal dari berbagai penjuru Indonesia dan mereka bisa belajar dan maju,” ungkapnya.

Rektor UGM juga berharap para wisudawan bergabung dalam Keluarga Besar Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) sebagai wadah alumni UGM yang telah menjadi partner strategis bagi UGM (Foto Dok. Humas UGM)
Rektor UGM juga berharap para wisudawan bergabung dalam Keluarga Besar Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) sebagai wadah alumni UGM yang telah menjadi partner strategis bagi UGM (Foto Dok. Humas UGM)

Kepada para wisudawan, Panut berpesan supaya menggelorakan semangat kebersamaan dan persatuan bangsa sehingga pembangunan untuk mencapai kemakmuran di Indonesia dapat cepat tercapai. Menurut Panut, dengan persatuan, kesatuan dan kebersamaan yang didasari semangat cinta kasih dan saling menghormati antarelemen bangsa, akan menciptakan rasa aman dan damai. Alhasil, pembangunan bangsa untuk mencapai kesejahteraan dapat semakin cepat terwujud.

Mengakhiri sambutannya, Panut berharap kepada lulusan UGM dapat tampil sebagai pemimpin-pemimpin yang berkualitas dan memiliki integritas, moral tinggi, cerdas, sehat, terbuka, luwes, bertanggung jawab, dan loyal dalam pengabdiannya kepada bangsa dan negara.

Selain itu, pihaknya juga berharap para wisudawan bergabung dalam Keluarga Besar Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) sebagai wadah alumni UGM yang telah menjadi partner strategis bagi UGM. “Dengan tambahan energi, semangat, dan komitmen dari saudara semua, saya yakin peran Kagama semakin meningkat. Mari kita bersama-sama saling bersinergi untuk memberikan manfaat bagi bangsa dan negara sesuai dengan kapasitas kita masing-masing,” pungkasnya.[TH]