KAGAMA, BULAKSUMUR – Rektor UGM, Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng. melakukan lawatan ke Manila, Filipina, 26-29 September 2018. Dalam lawatan tersebut Rektor Prof Panut didampingi Manajer Kerja Sama Internasional Fakultas Teknik, Dr. Indra Perdana, Ketua Pusat Penelitian Panas Bumi, Ir. Pri Utami, M.Sc., Ph.D., dan Wakil Ketua Pusat Penelitian Panas Bumi FT UGM, Dr. Khasani.

Lawatan merupakan tindak lanjut dari kunjungan pendahuluan untuk menyikapi undangan Duta Besar RI di Manila, Dr. Sinyo Harry Sarundajang.  Lawatan dilakukan bersamaan dengan waktu penyelenggaraan AUN SEED/Net Regional Conference on Energy Engineering (RCEneE), 27 – 28 September.

Pada 27 September, Rektor dan delegasi melakukan kunjungan resmi ke KBRI, Metro Manila. Rektor menyampaikan update tentang situasi terkini UGM dalam kancah pendidikan nasional dan global serta program-program strategis yang berpotensi untuk memperkuat posisi tawar Indonesia di mata negara-negara tetangga.  Rektor juga menyampaikan informasi tentang beasiswa studi pascasarjana dari Pemerintah Indonesia untuk mahasiswa berprestasi dari negara-negara tetangga.

Sementara itu, Dubes RI di Manila, Sarundajang, menyampaikan misi pemerintah di ketiga negara akreditasi (Republik Filipina, Republik Palau dan Republik Kepulauan Marshall) serta menyatakan kesiapannya membantu kegiatan-kegiatan kerja sama yang akan dilakukan oleh UGM di bidang pendidikan dan penelitian sehingga akan memperkuat hubungan Indonesia dengan ketiga negara akreditasi tersebut, seperti bidang panas bumi, pertanian dan teknologi pangan, kesehatan, dan kebencanaan. Lawatan ke KBRI ditutup dengan jamuan makan siang.

Selanjutnya, pada 28 September dilakukan pembaharuan Nota Kesepahaman antara UGM dan The University of Philippines. Penandatanganan dilakukan di UP Chancellor Office, Quezon Hall oleh Rektor UGM, Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., dan UP Chancellor Prof. Michael Tan. Pada acara itu, Rektor UGM didampingi oleh Dr. Indra Perdana dan Dr. Khasani. UP Chancellor didampingi oleh Dean of School of Engineering, Prof. Rizalinda de Leon. Penandatanganan disaksikan oleh para pejabat KBRI Manila, Hidayat Zakaria (Konselor & Fungsi Perdagangan), dan Agus Buana (Fungsi Sosial Budaya dan Hubungan Media).

Sementara itu, pada hari kedua konferensi regional, Ketua Pusat Penelitian Panas Bumi, Ir. Pri Utami, M.Sc., Ph.D., mendapat kesempatan menjadi Plenary Speaker. Pri Utami membawakan materi tentang sinergi antara sains dan keteknikan dalam eksplorasi dan pemanfaatan energi panas bumi serta peluang-peluang riset lintas disiplin termasuk pengembangan social engineering, seperti yang dilakukan oleh UGM.

Tidak hanya itu, karya Dr. Khasani bersama tim peneliti dari Departemen Teknik Mesin dan Industri tentang metode peningkatan efisiensi pembangkit listrik tenaga panas bumi menyabet penghargaan Best Paper.

Menurut Pri Utami, sebagai rangkaian RCEneE, Pusat Penelitian Panas Bumi FT UGM berkolaborasi dengan National Institute of Geological Sciences The University of Philippines, Energy Development Corporation (EDC), dan Department of Energy (DoE) of The Republic of Philippines menyelenggarakan Indonesia – Philippines Geothermal Forum. Pri Utami yang menjabat sebagai ketua forum tersebut menjelaskan acara ini bertujuan untuk membagi informasi tentang riset-riset terkini terkait dengan teknologi eksplorasi dan pengembangan panas bumi yang dilakukan oleh institusi-institusi yang terlibat dalam forum. Forum dihadiri oleh para dosen dan mahasiswa dari UP dan universitas-universitas lain di Filipina, serta para pimpinan unit-unit riset di EDC dan DoE.

“Di sini UGM menampilkan penelitian Dr. Indra Perdana bersama tim peneliti Departemen Teknik Kimia tentang mitigasi inovatif dalam penanganan masalah scaling (pengkerakan) pada lapangan panas bumi. Diharapkan hasil-hasil dalam forum tersebut dapat menjadi landasan kerja sama penelitian oleh UGM dan mitra-mitra panas buminya di Filipina,”urai Pri Utami. [Sumber : Bagian Humas dan Protokoler UGM/Satria]