BULAKSUMUR, KAGAMA – Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM)  Prof. Ir. Panut Mulyono, M. Eng., D. Eng. mengucapkan selamat kepada para wisudawan UGM Periode IV Tahun Akademik 2016/2017. Bertempat di Grha Sabha Pramana (GSP), periode ini UGM mewisuda sebanyak 3.447, terdiri atas 2.289 lulusan Program Sarjana (termasuk 16 wisudawan berasal dari Warga Negara Asing) dan 1.158 lulusan Program Diploma (termasuk 51 wisudawan dari Program D4).

Pagi ini, Kamis (24/8/2017) merupakan hari kedua prosesi wisuda yang diikuti sebanyak 1.718 lulusan, dengan rincian 1.143 lulusan Program Sarjana (terdiri dari 9 Fakultas) dan 575 lulusan Program Diploma (terdiri dari 4 Departemen pada Sekolah Vokasi).

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UGM menyampaikan bahwa lulusan yang diwisuda kali ini akan menambah alumni UGM yang hingga saat ini berjumlah kurang lebih 300 ribu, dan tersebar di seluruh pelosok wilayah Nusantara dan di beberapa belahan dunia. Setiap lulusan, kata Rektor, akan mengikui jejak alumni UGM yang terdahulu untuk terjun di tengah masyarakat.

Jumlah Wisudawan Prodi Sarjana dan Diploma Periode IV Tahun Akademik 2016/2017 mencapai 3.447 lulusan. Prosesi wisuda dilaksanakan dua hari, Rabu (23/8/2017) kemarin dan hari ini, Kamis (24/8/2017) (Foto Taufiq Hakim/KAGAMA)
Jumlah Wisudawan Prodi Sarjana dan Diploma Periode IV Tahun Akademik 2016/2017 mencapai 3.447 lulusan. Prosesi wisuda dilaksanakan dua hari, Rabu (23/8/2017) kemarin dan hari ini, Kamis (24/8/2017) (Foto Taufiq Hakim/KAGAMA)

“Berbagai tantangan sudah pasti akan menanti anda. Anda akan dihadapkan pada persaingan di dunia kerja yang semakin ketat. Berinteraksi dengan orang-orang dengan latar belakang yang berbeda dan bersinggungan dengan berbagai nilai dan ideologi yang ada di dalamnya,” paparnya.

Dalam kondisi seperti itu, kata Prof. Panut Mulyono, setiap orang dituntut untuk mengambil sikap, dan sebagai lulusan UGM hendaknya mengambil sikap yang berakar pada nilai-nilai luhur bangsa ini dengan semangat Pancasila yang menjadi dasar bernegara. Rektor menegaskan, di tengah banyaknya kekuatan yang berusaha memecah belah bangsa ini semangat Pancasila harus lebih nyaring digaungkan, lebih tegas, dan lebih nyata praktiknya.

“Pancasila bukan sekadar sebagai semboyan atau teks hafalan saja, tetapi sebagai suatu semangat yang membara. Yang duduk di sebelah dan kanan-kiri saudara mereka mungkin berasal dari latar belakang suku yang berbeda dengan saudara. Kepercayaan yang berbeda, dan karakter yang berbeda pula. Tetapi mereka bukan ancaman bagi saudara,” tandasnya.

Mahasiswa aktif di Unit Kegiatan Mahasiswa seni karawitan turut memeriahkan prosesi wisuda (Foto ISTIMEWA)
Mahasiswa aktif di Unit Kegiatan Mahasiswa seni karawitan turut memeriahkan prosesi wisuda (Foto ISTIMEWA)

Rektor menambahkan, berinteraksi dengan kawan dari latar belakang yang berbeda tidak membuat identitas luntur, tetapi membuat pribadi lebih kaya dengan segala hal. Karena itu, Rektor meghimbau untuk tidak melihat mereka sebagai lawan, tetapi sebagai rekan seperjuangan.

“Bersama-sama kalian telah menuntaskan masa studi di kampus ini. Dan, bersama-sama pula kalian akan terus mewujudkan Indonesia yang lebih baik dan makmur untuk kita semua,” pungkas Panut.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga menyampaikan bahwa waktu studi tersingkat untuk Program Sarjana diraih oleh Yerikho Setyo Adi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Program Studi Ilmu Hubungan Internasional, yang lulus dalam waktu 3 tahun 2 bulan 24 hari. Sedangkan masa studi rata-rata untuk Program D3 adalah 3 tahun, sedangkan Program Diploma D4 adalah 4 tahun 1 bulan. Waktu tersingkat untuk lulusan Program Diploma diraih oleh Ismiati Fauziah dari Program Studi D3 Agroindustri Sekolah Vokasi, yang menyelesaikan studinya dalam waktu 2 tahun 7 bulan 20 hari.

Selain itu, Lulusan Program Sarjana termuda periode ini adalah Arya Widyatama dari Fakultas Kedokteran Program Studi Pendidikan Dokter, yang lulus pada usia 19 tahun 9 bulan 24 hari. Sedangkan untuk Program Diploma, yang menjadi lulusan termuda adalah Candrika Dyas Arvitas dari Program Studi D3 Teknik Sipil Sekolah Vokasi, yang lulus pada usia 19 tahun 17 hari. [TH]