JAKARTA, KAGAMA – Rektorat Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerjasama dengan Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) DKI Jakarta, menyelenggarakan Ujian Tulis (Utul) penerimaan mahasiswa baru UGM di DKI Jakarta. Seleksi Utul masuk UGM ini meminjam tempat di Universitas Pancasila, Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Mengingat, kapasitas Universitas Pancasila yang memadai untuk menampung lebih dari 5.000 peserta. Ujian tulis di Jakarta ini merupakan satu rangkaian dari Utul lainnya yang juga diselenggarakan di Yogyakarta, Balikpapan, dan Riau.

Rektor UGM Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M. Sc., Ph. D meninjau langsung penyelenggaraan Utul penerimaan mahasiswa baru UGM yang dilaksanakan di DKI Jakarta, Minggu (21/52017). Dwikorita menyambangi lima gedung fakultas yang menjadi tempat pelaksanaan Utul, sembari berdialog dengan panitia yang bertugas.

“Saya sangat mengapresiasi partisipasi dari kawan-kawan alumni Kagama menjadi Panitia Utul. Demi menjaga kerahasiaan soal ujian, banyak kawan-kawan yang tidur bersama soal ujian. Luar biasa,” kata Dwikorita.

Rektor UGM mengapresiasi partisipasi kawan-kawan alumni (Kagama DKI Jakarta) menjadi Panitia Utul (Foto Faajr Nugroho/KAGAMA)
Rektor UGM mengapresiasi partisipasi kawan-kawan alumni (Kagama DKI Jakarta) menjadi Panitia Utul (Foto Faajr Nugroho/KAGAMA)

Acara Utul masuk UGM yang diselenggarakan di Jakarta ini sudah yang kedua kalinya, sejak 2015. Menurut Dwikorita, Utul untuk lebih memberi kesempatan kepada para siswa yang dari luar Pulau Jawa. Sistemnya berbeda dengan ujian SNMPTN yang lalu. “Para calon mahasiswa di luar Jawa tidak perlu bersaing langsung dengan siswa yang berasal dari Jawa. Kami menyediakan kuota 30% untuk ajang persaingan masuk para siswa dari luar Jawa,” jelas Rita.

Menurut Dwikorita, sistem prioritas luar pulau Jawa ini dilakukan, berangkat dari evaluasi DIKTI bersama PTN lainnya, atas tidak meratanya kesempatan untuk masuk PTN di Jawa, khususnya ketika akan masuk UGM. Jika sistem ini berjalan efektif, kata Dwikorita, UGM akan melakukan mekanisme Utul di luar Yogyakarta lebih banyak lagi.

Kiki Wiyasari, sebagai Ketua Panitia Pelaksana Ujian Tulis menyatakan, dari 4.618 peserta yang mendaftar Utul di DKI Jakarta, ada 4.401 yang hadir di lokasi dan ikut ujian. Peserta dari Sumatra, Sulawesi, dan Kalimantan pun ada. “Ini peningkatan kepesertaan yang luar biasa. Karena, tahun lalu hanya 2.600 peserta,” ujar Kiki.

Rektorat UGM  menyediakan kuota 30% untuk ajang persaingan masuk para siswa dari luar Jawa (Foto Fajar Nugroho/KAGAMA)
Rektorat UGM menyediakan kuota 30% untuk ajang persaingan masuk para siswa dari luar Jawa (Foto Fajar Nugroho/KAGAMA)

Kiki bersama 50 pengurus Kagama DKI lainnya menyiapkan acara ini hanya selama tiga minggu, serta merekrut 500 alumni UGM untuk menjadi pengawas ujian dengan diberi uang transport. Dari 1.200 alumni UGM yang mendaftar menjadi pengawas, diambil 500 dengan variasi fakultas yang beragam. Kiki mengatakan, acara kepanitiaan ini membuat persaudaraan antaralumni UGM semakin erat. “Semua alumni 18 fakultas UGM kami cakup,” kata Kiki.

Sedangkan Dra. Meinarwati, Apt., M. Kes., sebagai Ketua Umum Kagama DKI Jakarta berharap, acara dengan kepanitiaan Kagama ini akan menjadi tradisi tahunan dalam penyelenggaraan Utul masuk UGM. “Misalnya, kepesertaan meningkat lagi, Kagama DKI Jakarta tetap akan berusaha memfasilitasi Ujian Tulis masuk ini,” kata Mei, sembari tertawa. [Thowaf Zuharon]