Ratu Waskitha Jawi, Sosok Entrepreneur Pembangun Kotagede

66
Ketua LOKANTARA (Lembaga Olah Kajian Nusantara) Dr. Purwadi, M.Hum, bercerita tentang kiprah Ratu Waskitha Jawi dalam membangun ibu kota Kesultanan Mataram, Kotagede. Foto: @bimo.padika
Ketua LOKANTARA (Lembaga Olah Kajian Nusantara) Dr. Purwadi, M.Hum, bercerita tentang kiprah Ratu Waskitha Jawi dalam membangun ibu kota Kesultanan Mataram, Kotagede. Foto: @bimo.padika

KAGAMA.CO, JOGJA – Pemilihan Kotagede sebagai ibu kota Kesultanan Mataram tidak lepas dari peran salah satu tokoh tiga serangkai.

Dia adalah Ki Ageng Pemanahan, ayah dari raja pertama Kesultanan Mataram, Danang Sutawijaya.

Dulu, Kotagede adalah hutan belantara (Alas Mentaok) yang dimiliki Kesultanan Pajang.

Raja Pajang, Hadiwijaya, menghadiahkan Alas Mentaok kepada Ki Ageng Pemanahan sebagai hadiah.

Ki Ageng Pemanahan dan Danang Sutawijaya (kelak Panembahan Senapati) dianggap berjasa setelah mampu menumpas pemberontakan yang dilakukan Arya Penangsang.

Baca juga: Dubes Wahid Temui Orang Banyumas di Rusia yang Belum Pernah Pulang ke Indonesia

Alas Mentaok yang dulunya sepi pun berangsur-angsur ramai, menjelma menjadi sebuah kota, sekaligus pusat pemerintahan.

Terutama setelah Kesultanan Mataram berdiri pada 1584. Kemajuan pesat yang ada di Kotagede tersebut ternyata tak lepas dari campur tangan Ratu Waskitha Jawi, permaisuri raja pertama Kesultanan Mataram, Panembahan Senapati.

Ketua LOKANTARA (Lembaga Olah Kaja Kajian Nusantara), Dr. Purwadi, M.Hum, meyakini akan hal itu.

“Selama bertugas sebagai ibu negara Kerajaan Mataram, Kanjeng Ratu Waskitha Jawi aktif membangun Kotagede,” kata Purwadi.

“Jarak antar kota dibuat sejauh 30 km. Inspirasi penjarakan kota ini berasal dari Persia, Iran. Dengan alasan jalannya kuda normal ditempuh maksimal 30 km.”

Baca juga: Menikmati Panorama Delapan Gunung di Kebun Teh Nglinggo