Raih Penghargaan Asian of The Year 2019, Presiden Jokowi Sejajar 3 Pemimpin Kenamaan Dunia

345
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mendapatkan anugerah Asian of The Year 2019 dari surat kabar Singapura, The Straits Times. Foto: istimewa
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mendapatkan anugerah Asian of The Year 2019 dari surat kabar Singapura, The Straits Times. Foto: istimewa

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mendapatkan anugerah Asian of The Year 2019 dari surat kabar Singapura, The Straits Times.

The Straits Times memberikan penghargaan tersebut karena sosok Jokowi dinilai mampu meneguhkan persatuan di tengah kekacauan di Indonesia.

Selain itu editor surat kabar tersebut memandang Jokowi tangkas dalam menangani situasi politik dalam negeri dan internasional.

Surat kabar yang terbit mulai tahun 1845 itu mengklaim Jokowi memiliki kepribadian yang membumi, mampu mencipakan hubungan dengan berbagai golongan, serta punya empati yang dapat memenangkan hati rakyat.

Di kancah regional, pria kelahiran 1961 tersebut dipuji karena memiliki pandangan visioner terhadap tantangan yang bakal dihadapi Indonesia dan negara-negara tetangga.

Media Singapura, Street Times, memilih Presiden RI Joko Widodo sebagai tokoh terbaik alias Asian of The Year 2019. Foto: digtara.com
Media Singapura, Street Times, memilih Presiden RI Joko Widodo sebagai tokoh terbaik alias Asian of The Year 2019. Foto: digtara.com

Baca juga: Presiden Jokowi Raih Penghargaan Asian of The Year 2019

Para editor The Straits Times menyanjung peran Jokowi dalam menempatkan Indonesia sebagai jantung ASEAN, dalam kerja sama blok regional beranggotakan 10 negara yang dicanangkan beberapa waktu lalu.

Para petinggi negara anggota pun sepakat dengan rumusan “Asean Outlook on The Indo-Pacific” yang dirancang Indonesia.

Rumusan tersebut dikemukakan Jokowi pada KTT Asean di Bangkok, Thailand, 30 Oktober – 4 November lalu.

Poin penting dalam rumusan tersebut adalah mengimbau para negara ASEAN untuk bersikap netral terhadap dua kekuatan utama dunia yang sedang berseteru, yakni Tiongkok dan Amerika Serikat.

Langkah itu diambil demi mempertahankan supremasi negara-negara ASEAN.

Baca juga: Akuntansi Punya Makna Lebih dari Sekadar Laporan Keuangan