Raih IPK Tertinggi di Fakultas Kehutanan, Sheila Punya Cara Belajar yang Unik

579
Saat menerima kabar bahwa dirinya menjadi wakil wisudawan fakultas, Sheila sengaja tidak memberi tahu orang tuanya, agar ini menjadi kejutan. Foto: Istimewa
Saat menerima kabar bahwa dirinya menjadi wakil wisudawan fakultas, Sheila sengaja tidak memberi tahu orang tuanya, agar ini menjadi kejutan. Foto: Istimewa

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Sheila, mahasiswI Fakultas Kehutanan sebelumnya merasa terkejut ketika diberi tahu bahwa dirinya menjadi wisudawan terbaik di fakultasnya.

Pemilik nama lengkap Fernadia Sheila Meidi itu mengaku deg-degan menjalani prosesi wisudanya pada Wisuda Program Sarjana dan Diploma IV Tahun Akademik 2018/2019, Rabu (21/8/2019) di GSP UGM.

“Sebelumnya nggakpernah bisa berhadapan langsung sama rektor. Dalam kesempatan ini aku bisa diwisuda langsung sama rektornya. Rasanya senang bisa bikin orang tua bangga,” jelas peraih IPK 3,99 itu kepada KAGAMA usai prosesi wisuda.

Diceritakan oleh Sheila, saat menerima kabar bahwa dirinya menjadi wakil wisudawan fakultas, ia sengaja tidak memberi tahu orang tuanya, agar ini menjadi kejutan.

Baca juga: Presiden Jokowi Dijadwalkan Hadiri Munas Kagama 2019

Punya Cara Belajar yang Unik

Mendapatkan IPK yang nyaris sempurna diakui tidak mudah bagi Sheila.

Ia bercerita di masa awal menjadi mahasiswa, Sheila merasa tidak siap dengan iklim kuliah yang mengharuskannya belajar di lapangan.

Namun, lambat laun ia mulai bisa beradaptasi, sampai bisa membangun trik belajar yang efektif bagi dirinya.

Catatan kuliah, kata Sheila, selalu ia tulis dengan rapi.

Berawal dari ketidaksukaannya pada catatan kuliah yang berantakan, Sheila membiasakan diri mencatat materi dengan menggunakan pensil terlebih dahulu, baru kemudian ditulis dengan bolpoin saat tiba di rumah.

Dukungan dari orang tua sangat berarti bagi Sheila, terutama dari segi moral. Foto: Istimewa
Dukungan dari orang tua sangat berarti bagi Sheila, terutama dari segi moral. Foto: Istimewa

Baca juga: Seminar Pra Munas KAGAMA XIII Diskusikan Pembangunan Manusia Indonesia

“Sebetulnya melelahkan sih kalau mengikuti caraku ini. Mungkin karena itu juga, aku jadi baca dua kali. Di sisi lain cara ini membuat aku jadi lebih paham sama materinya,” jelas Sheila.

Setiap kali dihadapkan oleh banyak tugas, Sheila selalu fokus pada satu prioritasnya.

Ia bukan mahasiswa yang multitasking, sehingga harus menyelesaikan tugasnya secara bertahap.

Menurutnya, mengerjakan segala sesuatu secara bersamaan tidak akan memberi hasil yang maksimal.

Baca juga: Kagama Goes to Munas Gelar Gerakan Bali Resik Sampah Plastik

Amat Berterima Kasih Kepada Dosen Pembimbing dan Objek Penelitiannya

Dinamika kehidupan mahasiswa Sheila tak berhenti di situ.

Saat mengerjakan skripsi ia terpaksa harus mengganti judul dan proposalnya setelah enam bulan mengerjakan.

“Aku juga harus ganti pembimbing. Jadi, enam bulan kemarin nggak membuahkan hasil apa-apa. Aku mulai penelitian lagi di semester delapan. Tapi, di satu sisi aku diberi kemudahan. Perusahaan yang jadi objek penelitianku selalu membantu mencarikan informasi yang aku butuhkan,” pungkas wisudawan yang menyelesaikan studinya selama 3 tahun 11 bulan itu.

Di samping itu, wisudawan prodi Manajemen Hutan itu juga amat berterima kasih kepada dosen pembimbingnya yang membantu kelancaran pengerjaan skripsinya.

Dikatakan oleh Sheila, setiap kali dirinya merasa bingung, dosen pembimbingnya selalu siap membantu mencarikan solusi.

Baca juga: Para Penyandang Nama Agus Siap Menjadi Benteng NKRI