Raih IPK Tertinggi di Fakultas Kehutanan, Hobo Ingin Jadi Ahli Konservasi Hidrologi dan Penulis

1075

Baca juga: Andrew Jadi Mahasiswa Teknik Mesin Pertama yang Lulus 3,5 Tahun

Di samping itu, jarak menuju lokasi penelitian skripsi juga menjadi tantangan tersendiri.

“Data skripsi Saya ambil di daerah Banjarnegara, sehingga memerlukan waktu dan biaya untuk menuju site penelitian.”

“Selain itu, pengambilan data Saya juga diselingi dengan praktik jurusan dan KKN, sehinga Saya harus benar-benar menyempatkan diri untuk mengambil data,” ujarnya.

Capaian Hobo ini tidak luput dari dukungan dari orang-orang terdekatnya.

Doa dan semangat dari keluarga, sahabat, dan kolega turut mengiringi perjuangan Hobo.

Almarhum Ayah menjadi sosok yang menginspirasi Hobo dalam berproses.

“Pak Tanto de Hobo yang bagi Saya adalah orang paling cerdas, pekerja keras yang selalu mementingkan kepentingan bersama atau orang lain sebelum dirinya,” jelasnya.

Baca juga: Terkenal sebagai Ahli Medis, Prof. Sardjito Punya Peran Besar di Bidang Politik

Diceritakan olehnya, sang Ayah merupakan seorang pegiat pertanian organik yang membentuk Hobo sebagai orang yang sadar pentingnya lingkungan.

Sang Ayah juga menyertai Hobo dalam bentuk pemberian namanya, yang memiliki arti air untuk yang kesusahan.

Sementara itu, ibu Hobo merupakan seorang guru. Sang ibu adalah sosok yang lugu dan selalu mengedepankan kepentingan dan kebutuhan anak-anaknya

“Dari ibu Saya yang merupakan guru ini, Saya banyak belajar untuk menjadi seorang guru dan pengajar yang baik,” ujarnya.

Setelah pencapaian ini, Hobo berharap bisa mendapat pekerjaan yang sesuai dengan passion-nya di bidang konservasi, lingkungan, hidrologi, dan masyarakat.

“Ke depannya Saya ingin menjadi seorang yang sukses, memiliki cukup bekal unik menjadi pegiat lingkungan, menjadi bagian dari konservasi orang utan,” ujarnya kepada Kagama.

Selain itu, dia juga bermimpi menjadi ahli konservasi hidrologi dan penulis.

Hobo ingin mendirikan sebuah yayasan yang berperan sebagai rumah bagi orang orang yang masih tertinggal, kurang mampu, dan membutuhkan dukungan. (Kn/-Th)

Baca juga: Buat Kamu Calon Mahasiswa Baru, Ini Tiga Jalur Masuk UGM