Rahasia TOEFL yang Belum Banyak Diketahui Publik

193
Ilustrasi: Ketua Prodi Sastra Inggris UGM Dr. Adi Sutrisno, MA. membabar rahasia dan trik menguasai TOEFL yang belum banyak diketahui publik. Foto: hai.grid.id
Ilustrasi: Ketua Prodi Sastra Inggris UGM Dr. Adi Sutrisno, MA. membabar rahasia dan trik menguasai TOEFL yang belum banyak diketahui publik. Foto: hai.grid.id

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Orang sering kesulitan mendengar kalimat bahasa Inggris dalam tes TOEFL.

Sebab, mereka seringkali gagal mempersepsikan bunyi yang disampaikan oleh naratornya.

Dosen S1 Sastra Inggris UGM, Dr. Adi Sutrisno, M.A., membabar kiat-kiat untuk menguasai TOEFL.

Dikatakan oleh Adi, belajar bahasa Inggris dibutuhkan keterampilan dalam hal speaking, reading, listening, dan writing.

Untuk mendukung keterampilan tersebut harus ada komponen seperti grammar, vocabulary, dan fonetik yang harus dipelajari.

Adi merasa dilema karena dirinya sudah diterima di salah satu departemen keuangan di Jakarta. Gajinya besar. Tetapi atas saran kekasihnya, Adi lebih memilih berkarier di Jogja sebagai dosen. Foto: Kinanthi
Menurut Adi Sutrisno, banyak orang belum paham bahwa bahasa Inggris mempunyai empat jenjang penguasaan yang bisa dipilih. Foto: Kinanthi

Baca juga: Kembangkan Bahasa Indonesia di Era Revolusi Industri 4.0

“Bila kita telusuri grammar lebih dalam, di dalamnya masih ada komponen mikro yang meliputi tenses, conditional sentences. Nanti kalau kita lihat lebih dalam lagi ada satuan yang lebih kecil lagi dan seterusnya. Itu harus dikuasai kalau kita mau memahami bunyi,” jelas Adi kepada KAGAMA, belum lama ini di ruang kerjanya.

Empat Jenjang Penguasaan Bahasa Inggris

Ia menambahkan, banyak orang belum paham bahwa bahasa Inggris mempunyai empat jenjang penguasaan yang bisa dipilih.

Pertama, ada performatif, orang dengan penguasaan di jenjang ini bisa perform, berbicara secukupnya dan berkomunikasi dalam bahasa Inggris.

Jika ingin belajar di jenjang ini cukup melatih diri di lembaga kursus.

Kedua, jenjang fungsional, belajar bahasa Inggris untuk kepentingan tertentu sesuai kebutuhannya.

Baca juga: ‘Can Do Spirit’ Korea untuk Kemajuan Indonesia