Pujale, Tetap Jadi Tempat Favorit Saat Keroncongan

200
Pujale sempat sepi konsumen saat hari tertentu, apalagi setelah sekarang Sunday Morning (Sunmor) sudah dipindahkan.(Foto: Kinanthi)
Pujale sempat sepi konsumen saat hari tertentu, apalagi setelah sekarang Sunday Morning (Sunmor) sudah dipindahkan.(Foto: Kinanthi)

KAGAMA, BULAKSUMUR – Bagi anda yang pernah menjadi bagian dari keluarga kampus UGM, siapa yang tak kenal dengan tempat makan ini?

Pusat Jajanan Lembah UGM atau yang biasa disebut Pujale, tepatnya sekitar tahun 2013 selalu ramai oleh mahasiswa maupun masyarakat umum.

Apalagi saat beberapa fakultas di UGM sedang melakukan renovasi kantinnya, Pujale menjadi salah satu pusat kuliner favorit mahasiswa.

Ada sejumlah tenant warung makan di Pujale dengan aneka menu makanan seperti nasi sayur, ayam goreng dan bakar, nasi goreng, siomay, serta aneka minuman seperti jus buah dan es doger.

Selain memenuhi kebutuhan civitas akademika dan masyarakat umum dengan ruang publiknya, pusat kuliner juga selalu menjadi perhatian UGM.(Foto: Kinanthi)
Selain memenuhi kebutuhan civitas akademika dan masyarakat umum dengan ruang publiknya, pusat kuliner juga selalu menjadi perhatian UGM.(Foto: Kinanthi)

Tersedia sejumlah meja makan di depan warung dan ada pula di belakang warungnya. Masih di kawasan Pujale, area parkir sangat luas. Namun, pengguna sepeda motor yang parkir di sini cukup banyak dan hampir penuh setiap hari perkuliahan, karena area parkir ini juga menjadi area parkir beberapa fakultas.

Semua tenant Pujale buka pada hari Senin hingga Jumat. Namun, warung Bu Wasiyo tetap buka di hari sabtu.

“Kalau dulu saya buka setiap hari, soalnya kalau minggu kan ada sunmor. Tapi, sekarang cuma sampai sabtu aja, karena sunmor sudah pindah ke wilayah sebelah,” ungkap Bu Wasiyo sembari menawarkan dagangannya kepada mahasiswa yang baru datang.

Pujale sempat sepi konsumen saat hari tertentu, apalagi setelah sekarang Sunday Morning (Sunmor) sudah dipindahkan. “Ya kemarin, pelanggan saya yang suka pergi ke Sunmor juga nyariin saya, karena sudah tidak jualan di hari Minggu,” lanjut Bu Wasiyo.