DEN HAAG, KAGAMA – Pemutaran perdana film “Negeri van Oranje” di Den Haag, Belanda, Rabu (12/7/2017) mendapat sambutan hangat dari publik setempat. Penjualan lima puluh tiket pertama dengan harga 5 euro/tiket, telah habis – kurang dari 24 jam sejak diumumkan di website dan media sosial KBRI Den Haag.

Penjualan kedua juga dengan segera terjual habis. Pemutaran kedua dilakukan karena terdapat permintaan dari para penonton yang tidak mendapat kesempatan membeli tiket pada nonton bareng (nobar) pertama.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Den Haag, Prof. Hari Wibisono menerima secara simbolik buku “Negeri van Oranje” dalam Bahasa Belanda dari penerbit independen Belanda, Kees de Bakker (ISTIMEWA)
Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Den Haag, Prof. Hari Wibisono menerima secara simbolik buku “Negeri van Oranje” dalam Bahasa Belanda dari penerbit independen Belanda, Kees de Bakker (ISTIMEWA)

Pemutaran film “Negeri van Oranje” di Het Nuthuis, Den Haag merupakan kerjasama Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Belanda-KBRI Den Haag dalam kerangka Asia Carrousel Event. Kegiatan tersebut diselenggarakan bermitra dengan Mata Hari Media dan Indonesia-Netherland Young Society (INYS). Asia Carrousel Event merupakan program Kemlu Belanda yang bertujuan meningkatkan networking di isu-isu tertentu dan beberapa kali telah menyelenggarakan kegiatan bersama dengan KBRI Den Haag.

Direktur Departemen Asia dan Oseania Kemlu Belanda, Mira Woldberg, menggambarkan dekatnya hubungan peopletopeople contact masyarakat kedua negara. Film tersebut semakin mempererat hal itu.

Publik setempat, baik WNI yang menetap di Belanda maupun warga Belanda di outlet buku "Negeri van Oranje" sambil menunggu pemutaran filmnya (ISTIMEWA)
Publik setempat, baik WNI yang menetap di Belanda maupun warga Belanda di outlet buku “Negeri van Oranje” sambil menunggu pemutaran filmnya (ISTIMEWA)

Wakeppri Den Haag, Ibnu Wahyutomo menyampaikan, film “Negeri van Oranje” dengan setting di beberapa kota di Belanda, antara lain Rotterdam, Wageningen, Amsterdam, dan Den Haag, sedikit banyak menunjukkan potret pemikiran dan kehidupan generasi muda Indonesia. Ibnu juga mendorong lebih banyak lagi pembuatan film yang melibatkan kedua negara. Ke depan, diharapkan terdapat pembuatan film Belanda yang mengambil lokasi di berbagai kota di Indonesia.

Publik sinema di Den Haag, Belanda yang menyambut hangat dengan nonton bareng film "Negeri van Oranje" (ISTIMEWA)
Publik sinema di Den Haag, Belanda yang menyambut hangat dengan nonton bareng film “Negeri van Oranje” (ISTIMEWA)

Tampak pada barisan penonton, beberapa aktor yang turut bermain di “Negeri van Oranje” sebagai figuran, salah satunya adalah aktor Indonesia keturunan Belanda, Agung Udijana, yang berperan sebagai Tyas.

Di akhir acara, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Den Haag, Prof. Hari Wibisono, menerima secara simbolik buku “Negeri Van Oranje” dalam Bahasa Belanda, yang dicetak oleh penerbit independen Belanda, Kees, de Bakker. [rts]