Puasa Bentuk Peribadatan Rohani

16
Jangan salah, yang perlu kita siapkan untuk ibadah puasa ini adalah rohani, bukan jasmani. Foto: Republika.co.id
Jangan salah, yang perlu kita siapkan untuk ibadah puasa ini adalah rohani, bukan jasmani. Foto: Republika.co.id

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Sudah seminggu lamanya kita memasuki bulan Ramadan.

Puasa dengan menahan diri dari segala yang membatalkannya telah dikerjakan oleh umat Islam.

Ibadah puasa secara khusus merupakan pembelajaran diri untuk lebih bertakwa kepada Tuhan.

Secara umum, puasa juga sebagai sarana belajar bersyukur serta berbagi kepada sesama.

Bentuk peribadatan puasa ini bersifat rohani, bukan jasmani, menurut Dr. Muhammad Nur M. Ag. pada sesi ceramah tarawih di Masjid Kampus UGM pada Rabu (8/5/2019), kegiatan-kegiatan pada ibadah puasa bukanlah kegiatan jasmani.

Ibadah puasa adalah ibadah rohani, yakni mengaktifkan denyut rohani.

Pelatihan berpuasa sama halnya dengan pelatihan rohani, seperti zuhud.

Puasa yang tidak diperbolehkan makan, minum dan sesuatu yang membatalkan ini dimulai dari imsak sampai azan magrib.

Ramadhan di Kampus. Foto: Sirajuddin
Ramadhan di Kampus. Foto: Sirajuddin

“Jadi puasa itu adalah imsak, yakni menahan diri dari segala perbuatan yang membatalkannya.”

“Sehingga puasa itu bukan ibadah jasmani, karena sama sekali tidak mengisyaratkan untuk berbuat secara jasmani,” terang Muhammad Nur.

Oleh karena itu, ia menambahkan bahwa pemahaman tidurnya orang puasa adalah ibadah merupakah sebuah kekeliruan.

Hal ini karena ini sangat bertolak belakang dengan semangat untuk mengejar ibadah.

Menurut Muhammad Nur, ada tujuh latihan atau bentuk peribadatan rohani dalam ibadah puasa.