PT TWC Dukung  Pelestarian Warisan Budaya Keris dan Tosan Aji

21
Sekretaris Perusahaan PT TWC Achmad Muchlis (paling kanan) berfoto bersama GBPH Yudhaningrat (kedua dari kiri) saat membuka kegiatan festival keris di Candi Ratu Boko. Foto: bumn.go.id
Sekretaris Perusahaan PT TWC Achmad Muchlis (paling kanan) berfoto bersama GBPH Yudhaningrat (kedua dari kiri) saat membuka kegiatan festival keris di Candi Ratu Boko. Foto: bumn.go.id

KAGAMA.CO, YOGYAKARTA – PT  Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) turut mendukung upaya pelestarian warisan budaya keris dan pusaka tosan aji.

Hal itu disampaikan  Sekretaris Perusahaan PT TWC Achmad Muchlis di sela-sela Kegiatan “Festival Keris ratu Boko 2019 di Komplek Taman Wisata Keraton Ratu Boko Yogyakarta, Jumat (14/6/2019).

Festival digelar menyusul keprihatinan pengelola Candi Ratu Boko terkait makin kurangnya apresiasi masyarakat terhadap keris yang merupakan senjata asli Tanah Air.

Bahkan masyarakat saat ini, terutama generasi muda, hanya mengetahui keris justru terkait hal-hal negatif yang bersifat mistis.

“Kami sangat mendukung kegiatan yang mengangkat dan ikut melestarikan seni budaya nusantara ini. Semoga kegiatan ini akan terus kita adakan pada tahun-tahun mendatang,” terang Muchlis.

Dalam pelaksanaan kegiatan ini, PT TWC bekerja sama dengan Komunitas Keris Lar Gangsir Yogyakarta.

Selain keris, ada berbagai senjata Nusantara yang ikut dipamerkan. Foto: Wempi
Selain keris, ada berbagai senjata Nusantara yang ikut dipamerkan. Foto: Wempi

Menurut salah satu anggota Lar Gangsir Yogyakarta, Timbul, festival ini juga untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar memiliki pemahaman yang benar tentang keris dan tosan aji.

Menurut Timbul, meski di negara lain seperti Turki dan Jepang memiliki keahlian dalam membuat senjata dari logam, namun tak ada yang mampu menyaingi keris, khususnya dari segi eksoteris dan esoterisnya.

“Keris dan pusaka tosan aji merupakan peninggalan leluhur yang secara estetik dan budaya memiliki nilai-nilai adiluhung yang perlu kita lestarikan,” ujarnya.

Timbul menambahkan, festival keris ini sengaja diadakan di Candi Ratu Boko agar para pengunjung yang datang tertarik untuk mengetahui dan meningkatkan apresiasi masyarakat umum terhadap keris dan pusaka tosan aji.

Kegiatan yang  akan berlangsung hingga tanggal 20 Juni 2019 tersebut selain diisi dengan pameran dan bursa, juga diadakan sarasehan tentang keris dan tosan aji.

Selain itu, ditampilkan pula demo pembuatan perabot keris seperti warangka, pendok, dan deder yang merupakan kelengkapan dan aksesoris keris.

Festival bertema “Keris dan Pusaka dalam Peradaban Nusantara” menampilkan 112 koleksi keris dan pusaka yang mewakili era jaman kerajaan permulaan di Nusantara, di antaranya Majapahit dan Pajajaran, hingga masa kini. (Wempi)