KAGAMA.CO, JAKARTA – Potensi ekonomi digital di Indonesia terbesar di kawasan Asia Tenggara atau ASEAN karena populasi penduduknya yang mencapai sekitar 251 juta jiwa.

Ada sekitar 132,7 juta pengguna internet aktif di Tanah Air. Bonus demografi membuat Indonesia menguasai 40% market share ekonomi digital di ASEAN.

Kondisi ini menjadi ekosistem ideal dalam perkembangan Financial Technology atau Fintech di Tanah Air. Pemaparan tersebut disampaikan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Prof. Dr. Ahmad. M. Ramli kala menjadi pembicara dalam Forum Diskusi Profesional (Fordip) yang mengangkat tema “Financial Technology : Regulation, Infrastructure, Idea, and Funding” di Kampus MM Universitas Gadjah Mada, Jakarta, Jumat (8/12/2017).

Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informasi Kementerian Komunikasi dan Informatika Pro.Dr. Ahmad M. Ramli yakin Fintech di Tanah Air  berkembang pesat. Josep/KAGAMA
Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informasi Kementerian Komunikasi dan Informatika Pro.Dr. Ahmad M. Ramli yakin Fintech di Tanah Air berkembang pesat. Josep/KAGAMA

“Indonesia jelas menjadi pasar yang ideal bagi para pelaku atau startup Fintech. Pemerintah mendukung agar startup lokal bisa berkembang dan mampu menguasai share market ekonomi digital dalam negeri dengan mengeluarkan regulasi yang mendukung hal tersebut,” tutur Ahmad.

“Prospek Fintech di Tanah Air ke depan sangat baik. Harapannya, startup Fintech kita berkembang dan menguasai pasar dalam negeri. Selanjutnya, startup Fintech Indonesia mampu bersaing dan go internasional,” paparnya lagi.