Program Desa Inklusif KAGAMA Kaltim Ingin Atasi Kemiskinan di Desa Karya Jaya, Samboja

72
Bersama UGM dan Kementerian Pedesaan (Kemendes) Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), KAGAMA Kaltim akan melaksanakan program Desa Inklusif di Kalimantan Timur untuk mengentaskan kemiskinan dan pengangguran. Foto: Ist
Bersama UGM dan Kementerian Pedesaan (Kemendes) Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), KAGAMA Kaltim akan melaksanakan program Desa Inklusif di Kalimantan Timur untuk mengentaskan kemiskinan dan pengangguran. Foto: Ist

KAGAMA.CO, KUKAR – Selama sebulan lamanya, Pengda KAGAMA Kalimantan Timur telah melakukan kajian di Desa Karya Jaya, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kertanegara (Kukar).

Kajian tersebut guna pelaksanaan program Desa Inklusif oleh KAGAMA Kaltim dalam waktu dekat ini.

Adapun hasil kajian telah diserahkan secara langsung oleh Ketua KAGAMA Kaltim, Joko Martono, kepada Pj Bupati Kukar, Chairil Anwar.

Penyerahan dokumen kajian tersebut dilaksanakan pada Selasa (10/11/2020) di Pendopo Rumah Jabatan (Rujab) Bupati, dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Tujuannya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat desa lewat peningkatan pembangunan dan ketahanan pangan,” terang Joko kepada Kagama.

Program ini, kata Joko, merupakan sinergi antara KAGAMA Kaltim, UGM, dan Kementerian Pedesaan (Kemendes) Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT).

Bersama UGM dan Kementerian Pedesaan (Kemendes) Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), KAGAMA Kaltim akan melaksanakan program Desa Inklusif di Kalimantan Timur untuk mengentaskan kemiskinan dan pengangguran. Foto: Ist
Bersama UGM dan Kementerian Pedesaan (Kemendes) Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), KAGAMA Kaltim akan melaksanakan program Desa Inklusif di Kalimantan Timur untuk mengentaskan kemiskinan dan pengangguran. Foto: Ist

Baca juga: Melihat Canthelan di Bekasi yang Disulap Teguh WS Jadi Pasar Noceng

Joko bertutur, dokumen hasil kajian telah diterima dan mendapat apresiasi positif. Joko bersama segenap pengurus KAGAMA Kaltim juga disambut hangat oleh jajaran stakeholder terkait, seperti Plt Asisten II dan Kepala Bappeda Kukar, Wiyono.

KAGAMA, kata Joko, berperan sebagai jembatan untuk mencari solusi bagi persoalan yang dialami warga desa dengan pemerintah pusat maupun daerah.

Menurut alumnus Fakultas Kedokteran UGM angkatan 1988 ini, persoalan yang dialami oleh warga desa setempat cukup banyak.

Seperti kurangnya support untuk peningkatan infrastruktur dan pembangunan fasilitas umum (fasum) di desa.

“Pemberdayaan masyarakat desa kurang optimal. Sehingga Desa Karya Jaya yang penduduknya sekitar 500 Kepala Keluarga (KK) ini akan dilakukan pendampingan,” jelas anggota asosiasi Real Estate Indonesia (REI) Kaltim ini.

Baca juga: Beragam Inovasi Ganjar Pranowo yang Membuat Jateng Diganjar Juara 1 Provinsi Terinovatif 2020