Profesi Dosen Wujudkan Mimpi Joko ke Luar Negeri

401
Departemen sedang mengajukan proposal untuk pembukaan dua prodi baru. Foto: ugm.ac.id
Departemen sedang mengajukan proposal untuk pembukaan dua prodi baru. Foto: ugm.ac.id

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Walaupun bakcground keluarganya adalah guru, Prof. Ir. Joko Sujono, M.Eng., Ph.D, tak mengidam-idamkan profesi dosen.

Impian utama Joko sederhana, ia ingin pergi ke luar negeri.

“Menjadi dosen merupakan profesi yang memungkinkan untuk ke luar negeri. Sangat naif alasannya,” ungkap Joko kepada KAGAMA belum lama ini.

Joko bercerita mengapa ia ingin pergi ke luar negeri.

Saat itu, Joko teringat cerita bapaknya tentang pakdhe-nya yang kuliah di Belanda dan mendapatkan nilai baik selama kuliah.

Kenangan sederhana ini membekas di hati Joko.

Kemudian ia mulai termotivasi.

Bersama para alumni senior Teknik Sipil UGM saat penyerahan sumbangan buku, 2018 lalu. Foto: ugm.ac.id
Bersama para alumni senior Teknik Sipil UGM saat penyerahan sumbangan buku, 2018 lalu. Foto: ugm.ac.id

“Pertama kali ke luar negeri dan naik pesawat setelah jadi dosen, ke Thailand dan Jepang. Terkesan dengan budaya unik saat kuliah di sana,” ujar dosen yang menyelesaikan pendidikan doktornya di Kyushu University, Jepang.

Tak hanya kuliah, beberapa kali Joko berkunjung ke luar negeri untuk menghadiri seminar dan workshop di Taiwan, Myanmar, dan Singapura.

Pergi ke luar negeri, disadari Joko menjadi impian yang membutuhkan kerja keras.

Waktu awal masuk kuliah di UGM, Joko merasa tidak lebih pintar dari teman-temannya.

Saat itu mahasiswa baru di Teknik Sipil kebanyakan datang dari SMA favorit.

“Selain itu, saya juga mengalami keterbatasan finansial. Buku pegangan belajar saja hanya punya satu,” ungkap pria asal Magelang itu.

Walaupun demikian, di sisi lain Joko diberi kemudahan.

Ia selalu punya teman yang mengajaknya belajar bersama.