Prof. Sri Adiningsih : Ekonomi Berbasis Digital Mesti Dimanfaatkan Untuk Kemakmuran Rakyat

87
Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Prof. Sri Adiningsih memberikan cinderamata buku “Transformasi Ekonomi Berbasis Digital di Indonesia” kepada Dekan FEB UGM Eko Suwardi, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso. Foto : Josep/KAGAMA
Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Prof. Sri Adiningsih memberikan cinderamata buku “Transformasi Ekonomi Berbasis Digital di Indonesia” kepada Dekan FEB UGM Eko Suwardi, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso. Foto : Josep/KAGAMA

KAGAMA.CO, JAKARTA – Bila kita mau menang di era digital ini maka dalam lima tahun ini, kita mesti berbenah yang tidak bisa dengan cara-cara yang biasa, namun dengan melakukan lompatan di semua lini.

Pandangan itu disampaikan Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Prof. Sri Adiningsih kepada KAGAMA  di sela-sela acara diskusi terbatas bertema “Peran dan Perkembangan Ekonomi Berbasis Digital Indonesia” sekaligus peluncuran buku yang ditulisnya yakni, “Transformasi Ekonomi Berbasis Digital di Indonesia” di Jakarta, Kamis (22/8/2019).

“Lima tahun ke depan menjadi masa yang kritikal dan strategis bagi bangsa Indonesia melihat tantangan dan ancaman yang akan dihadapi.”

“Kalau mau menang di era digital maka dalam lima tahun ini, kita mesti berbenah yang tidak bisa dengan cara-cara yang biasa, namun dengan melakukan lompatan di semua lini,” ujarnya.

Salah satu lompatan itu, selama ini Pemerintah Indonesia giat membangun infrastruktur jaringan internet dan logistik, seperti Satelit Palapa Ring, jaringan serat optik, hingga Tol Laut,  yang harapannya seluruh wilayah di Tanah Air dapat terjangkau dan memperoleh pemerataan akses.

“Pemerintah terus mengembangkan ketersediaan dan akses untuk listrik, internet, dan logistik dengan kualitas yang memadai dan merata agar hal ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas,” tutur Guru Besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada tersebut.

Dengan adanya ketersediaan listrik, kemudahan akses internet, dan ketersediaan logistik maka orang-orang dapat berbisnis atau melakukan kegiatan ekonomi dari mana saja.

Dia menilai, hal itu kini membuat Indonesia memasuki era digitalisasi yang luar biasa dan pertumbuhannya tercepat di dunia. Potensi ekonomi berbasis digital di Tanah Air pun sangat besar.

Saat ini Indonesia sudah memiliki satu decacorn dan tiga unicorn, namun hal itu belum cukup.

“Kita tengah berada dalam proses transformasi dan kita pun harus merespon dengan cepat dan baik perkembangan digital ini supaya masyarakat dapat memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya dari teknologi digital tersebut.”

“Ekonomi berbasis digital mesti dimanfaatkan untuk kemakmuran masyarakat seperti menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, hingga mengurangi ketimpangan sosial ekonomi di Indonesia,” tutur Sri Adiningsih.

Kesiapan SDM

Selain kesiapan infrastruktur, menurut Sri Adiningsih, Indonesia mesti meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang akrab dengan literasi pengetahuan digital dan mampu memanfaatkannya untuk sektor riil.

“Peningkatan kualitas SDM tak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, lembaga-lembaga pendidikan dan pelatihan swasta pun bisa ikut bersama-sama untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia yang siap menghadapi era digital,” ucapnya.

Bicara soal buku yang ditulisnya, dia memaparkan secara rinci perkembangan ekonomi berbasis digital di Indonesia, mulai dari e-commerce, financial technology, sampai on demand service.

Guna memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai apa yang terjadi di tingkat global, Sri Adiningsih mengulas perkembangan transformasi digital di negara lain, seperti Australia, Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, Cina, hingga India.

Ia juga mengungkapkan arah perkembangan teknologi dan ekonomi berbasis digital, termasuk proyeksi jenis-jenis pekerjaan di masa depan.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang hadir dalam acara diskusi terbatas dan peluncuran ini mengungkapkan bahwa era digital merupakan sebuah keniscayaan.

“Lewat buku ini Prof. Sri Adiningsih melakukan sharing knowledge yang bisa menjadi referensi bagi Kementerian Perhubungan untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan dengan memanfaatkan platform digital,” tutur Menhub.

Sementara itu Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengucapkan salut kepada Prof. Sri Adiningsih karena di tengah kesibukannya sebagai Watimpres masih menyempatkan diri menghasilkan buku yang menambah perbendaharaan literasi ekonomi digital yang masih sedikit diulas di Indonesia.

Lantas Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM Eko Suwardi menilai buku “Transformasi Ekonomi Berbasis Digital di Indonesia” yang ditulis Prof. Sri Adiningsih menjadi pedoman bagi para mahasiswa dan praktisi di bidang ekonomi bahwa era digital sudah berjalan dan jalannya kian cepat.

“Kedua, buku ini menjadi bahan pembelajaran di masa mendatang, khususnya untuk kasus di Indonesia, tentang dinamika ekonomi berbasis digital,” pungkasnya. (Jos)