Prof. Paripurna Pernah Nazar Ngamen Usai Lulus

1704
Eyang Prof. Dr. Paripurna P. Sugarda, S.H., M.Hum., LL.M, Soegarda Poerbakawatja, merupakan satu dari delapan tim kurator berdirinya UGM. Foto: Taufiq Hakim
Eyang Prof. Dr. Paripurna P. Sugarda, S.H., M.Hum., LL.M, Soegarda Poerbakawatja, merupakan satu dari delapan tim kurator berdirinya UGM. Foto: Taufiq Hakim

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Bersama ketiga temannya, Paripurna muda memenuhi nazarnya setelah lulus kuliah, yakni pergi ngamen di satu kota.

Dengan menumpang mobil mereka pun pergi ke Solo, ngamen di dua restoran.

“Waktu itu kami nyanyi lagu-lagu The Beatles. Kita nggak minta uang ke pengunjung tapi mereka sendiri yang ngasih ke kita. Itu yang bikin senang,” katanya saat ditemui Kagama beberapa waktu lalu.

Begitulah satu kisah masa muda Prof. Dr. Paripurna P. Sugarda, S.H., M.Hum., LL.M, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni UGM.

Semasa kuliah dia bersama kakaknya punya orkes musik bernama Cematha.

Baca juga: KAGAMA Sumut Belajar Membangun Manajemen Kinerja Pegawai Lewat Pojok KAGAMA

“Kami berempat main gitar akustik. Biasanya main di fakultas-fakultas,” ungkap dosen Departemen Hukum Dagang FH UGM ini.

Tak hanya bidang musik, dia juga menggandrungi olah raga basket. Bahkan menjadi anggota tim basket UGM.

Hobi bermusik dan olahraganya itu dia jalani di tengah jadwal kegiatan yang padat.

Saat itu rupanya Paripurna kuliah di dua tempat, yakni di Fakultas Hukum UGM dan Fakultas Ekonomi UII.

Pria kelahiran 21 September 1957 ini menjadi mahasiswa UGM tahun 1979.

Baca juga: Strategi Menhub Budi Karya Sumadi Hadapi Kondisi Dunia yang Serba Tak Pasti