Prof. Haryanto Ungkap Cerita Lucu Selama Pandemi dalam Dies Natalis ke-65 FISIPOL UGM

47
Kisah jenaka dalam kegiatan mengajar selama pandemi jadi salah satu isi dalam pidato Dies Natalis ke-65 FISIPOL UGM yang disampaikan oleh Prof. Haryanto. Foto: Ist
Kisah jenaka dalam kegiatan mengajar selama pandemi jadi salah satu isi dalam pidato Dies Natalis ke-65 FISIPOL UGM yang disampaikan oleh Prof. Haryanto. Foto: Ist

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) UGM genap berumur 65 tahun.

Sejumlah rangkaian acara pun mengiringi perayaan dies natalis FISIPOL UGM.

Acara puncak secara daring digelar pada Kamis (15/10/2020) lalu, dengan salah satu sajiannya adalah pidato dies natalis.

Pidato dies natalis dibacakan oleh Prof. Dr. Haryanto, M.A. dari Departemen Politik dan Pemerintahan.

Pidato yang disampaikan Haryanto berjudul Ilmu Sosial dan Pandemi Covid-19: Peluang dan Tantangan Keilmuan dalam Masyarakat Berjejaring.

Baca juga: Perry Warjiyo Bagi 5 Tips buat Freshgraduate yang Akan Masuk Dunia Kerja

Haryanto menyampaikan, pandemi Covid-19 memberi dampak luas bagi sendi kehidupan sosial dan kemanusian secara global.

Penyebaran Covid-19 yang begitu cepat tidak hanya dipengaruhi oleh sifat virus itu sendiri.

Namun, juga karena mobilitas manusia yang terhubung melalui jejaring interkonektivitas sebagai bentuk dari globalisasi.

“Lebih dari 35, 2 juta warga dunia telah terinfeksi Covid-19 per Oktober 2020. Sebanyak 1 juta orang meninggal dunia,” tutur Haryanto.

“Di Indonesia, per 11 Oktober 2020, total jumlah terinfeksi 320 ribu lebih, lebih dari 11.700 meninggal, dan sebanyak 251 ribu lebih dinyatakan sembuh,” jelasnya.

Baca juga: Apa Saja Kunci Penting Memajukan Petani dan UMKM di Kawasan Lahan Gambut?