Prodi Biologi UGM Jadi yang Nomor 1 di Indonesia

1604
Lembaga pemeringkat universitas dunia, Quacquarelli Symonds (QS) menempatkan Program Studi Biologi UGM sebagai yang nomor satu di Indonesia. Foto: Biologi UGM
Lembaga pemeringkat universitas dunia, Quacquarelli Symonds (QS) menempatkan Program Studi Biologi UGM sebagai yang nomor satu di Indonesia. Foto: Biologi UGM

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Selasa (9/6/2020) lalu, Quacquarelli Symonds (QS) merilis QS World University Ranking (WUR) 2021.

Dalam QS WUR 2021, UGM naik 66 tangga dari edisi sebelumnya (320). Peringkat ke-254 dari 1000 universitas di dunia pun diraih oleh Kampus Kerakyatan.

Raihan UGM tersebut merupakan yang terbaik dari seluruh universitas di Indonesia.

UGM mengungguli Universitas Indonesia (peringkat ke-305) dan Institut Teknologi Bandung (313).

Hasil pemeringkatan ini tidak lepas dari perkembangan berbagai unit atau fakultas di UGM.

Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Budi tergabung dalam 500 peneliti/ilmuwan terbaik berbasis SINTA (Science and Technology Index) oleh Kemenristek/BRIN. Foto: Ist
Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Budi tergabung dalam 500 peneliti/ilmuwan terbaik berbasis SINTA (Science and Technology Index) oleh Kemenristek/BRIN. Foto: Ist

Baca juga: Membangun Harmoni di Tengah Isu Rasisme dan Diskirminasi

Salah satunya yakni Fakultas Biologi, yang tercatat sebagai program studi/jurusan Biologi terbaik se-Indonesia dalam rumpun Kedokteran dan Ilmu Hayat.

Hal tersebut terjadi karena beberapa kriteria penilaian dalam QS WUR berkaitan dengan fakultas.

Adapun kriteria penilaian QS WUR adalah: academic reputation, employer reputation, citations per faculty, faculty students-ratio, international faculty, dan international students.

Dekan Fakultas Biologi UGM Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. pun memberikan komentar positifnya terkait pencapaian ini.

“Kami terus berusaha meningkatkan kualitas dan mengembangkan Fakultas Biologi sebagai kampus Biologi terbaik di Indonesia setiap tahunnya,” kata Prof. Budi kepada Kagama.

Baca juga: Cerita Lulusan Fakultas Pertanian UGM yang Sukses Kembangkan Gerakan Canthelan di Magelang