KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Presiden Ir. H. Joko Widodo mengungkap cita-cita awalnya yang sebenarnya ingin menjadi pegawai Perhutani, selepas ia menyelesaikan studi Sarjana (S-1) d Fakultas Kehutanan UGM. Namun, cita-cita awalnya tidak tercapai. Sebaliknya, ia justru meraih posisi RI-1 atau Presiden RI ketujuh.

Presiden mengungkapkan kenangannya itu sebelum menyampaikan kuliah umum di Grha Sabha Pramana UGM, Selasa (19/12/2017) dan juga diulang saat Joko Widodo mengunjungi almamaternya, Fakultas Kehutanan UGM.

“Ya dulu cita-cita saya, saya kira sama, banyak rekan-rekan saya, pengennya jadi pegawai Perhutani. Saya juga daftar saat itu. Tapi, nggak diterima. Diterimanya jadi Presiden,” ungkapnya.

Pada saat mengetahui dirinya tidak lulus seleksi calon pegawai Perhutani, Joko Widodo sempat berpikir negatif, seperti akibat dari banyaknya titipan, yang di era itu sudah lazim dilakukan.

“Saya mikir-mikir, apa bodoh banget saya. Atau, tesnya yang ndak bener, atau jangan-jangan juga banyak titipan di situ. Saya jadi berpikir jelek. Karena nggak diterima. Ya sudah karena garis dan kehendak Allah memang seperti ini. Ya harus kita terima,” lanjut Presiden.

Joko Widodo yang menempuh studi lima tahun, dari 1980 hingga 1985, menjalani kehidupan sebagai mahasiswa saat itu dengan potongan rambut gondrong dan bercelana panjang model cut brai. Bersama-sama kawan kuliah seangkatan yang berjumlah 88 orang, Joko Widodo saat itu juga sudah keluar masuk hutan dan mendaki gunung. [TAUFIQ/RTS]