BULAKSUMUR, KAGAMA – Presiden  Ir. Joko Widodo dijadwalkan hadir untuk menyampaikan amanat pada Kongres Pancasila IX yang dilaksanakan sivitas akademika Universitas Gadjah Mada (UGM) di Balai Senat UGM, Bulaksumur, Sleman, Yogyakarta. Presiden Jokowi dijadwalkan akan memberikan keynote speech, Sabtu (22/7/2017) mulai pukul 08:30 WIB.

Pelaksanaan Kongres Pancasila dengan tema “Pancasila Jiwa Bangsa: Dinamika, Tantangan, dan Aktualisasi di Indonesia”, terdiri dua kegiatan, yaitu Kursus Pancasila, Jumat (21/7/2017) dan Kongres Pancasila, Sabtu dan Minggu (22–23/7/2017). Kegiatan Kursus Pancasila, Jumat (21/7/2017) mulai pukul 08:00 WIB diawali pemutaran film Pancasila. Acara pemutaran film dipandu oleh Ketua Tim Pengarah Prof. Dr. Sutaryo, Sp. A. (K).

Undangan dan peserta Kursus Pancasila menyaksikan pemutaran film Pancasila yang dipandu oleh Prof Dr Sutaryo, Sp. A. (K) (Foto Taufiq Hidayat/KAGAMA)
Undangan dan peserta Kursus Pancasila menyaksikan pemutaran film Pancasila yang dipandu oleh Prof Dr Sutaryo, Sp. A. (K) (Foto Taufiq Hidayat/KAGAMA)

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Rektor UGM Prof. Ir. Panut Mulyono, M. Eng., D. Eng., Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Alumni Dr. Paripurna P Sugarda, SH, LLM, Kepala Pusat Studi Pancasila UGM Dr Heri Santoso, M. Hum., para dekan dan dosen, serta undangan dan peserta kursus.

Sedangkan sejumlah narasumber dari berbagai disiplin ilmu yang dijadwalkan, antara lain Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. K.H Nasaruddin Umar (Pancasila, Agama, dan Budaya), Prof. Dr. Mochammad Maksum Machfoedz (Asal Muasal Sila Ketuhanan Yang Maha Esa), Guru Besar Fakultas Kedokteran UGM Prof. Dr. Sutaryo, Sp.(A)K  (Pancasila sebagai Alat Pemersatu), Prof. Dr. Wuryadi (Sila Peri Kemanusiaan), Prof. Dr. Tadjuddin Noer Effendi, M. A. (Sila Kebangsaan), Dr. Fahmy Radi, MBA (Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawartan/Perwakilan), dan Kepala Unit Kerja Presiden Pemantapan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) Dr. Yudi Latif (Sila Keadilan Sosial, Revolusi berdasarkan Pancasila).

Wakil Ketua Umum PBNU Prof. Dr. Mochammad Maksum Machfoedz menyampaikan materi Asal Muasal Sila Ketuhanan Yang Maha Esa (Foto Taufiq Hidayat/KAGAMA)
Wakil Ketua Umum PBNU Prof. Dr. Mochammad Maksum Machfoedz menyampaikan materi Asal Muasal Sila Ketuhanan Yang Maha Esa (Foto Taufiq Hidayat/KAGAMA)

Prof Dr Sutaryo, Sp. A. (K) menjelaskan tujuan kegiatan Kursus Pancasila adalah sebagai bagian dari proses  mengajarkan nilai-nilai Pancasila sebagai ilmu pengetahuan, seperti yang dirumuskan dari Bung Karno, bahwa Pancasila adalah yang paling baik untuk bangsa Indonesia yang beragam.

Tamu undangan dan peserta Kursus Pancasila menyaksikan pemutaran film Pancasila yang dipandu oleh Prof. Dr. Sutaryo, Sp. A (K) (Foto Nurrokhman/KAGAMA)
Tamu undangan dan peserta Kursus Pancasila menyaksikan pemutaran film Pancasila yang dipandu oleh Prof. Dr. Sutaryo, Sp. A (K) (Foto Nurrokhman/KAGAMA)

Sementara itu, Wakil Ketua Umum PBNU Prof Dr Maksum Mahfoedz, yang menjadi narasumber sesi pertama mempresentasikan konsepsi sila Ketuhanan Yang Maha Esa. Penggunaan bahasa Ketuhanan Yang Maha Esa dilatarbelakangi oleh kesamaan warga negara sebagai pemeluk agama. Masing-masing warga merasa memiliki keyakinan dan agama dengan Tuhan Yang Esa, sehingga dapat memersatukam seluruh elemen bangsa.

“Dari sejarah keagamaan, rakyat Indonesia percaya pada Tuhan. Formulasi Tuhan Yang Maha Esa bisa diterima semua golongan agama. Bagaimana Islam atau agama lain dan nasionalisme sangat relevan. Karena, yang merumuskan Pancasila juga dari kalangan agamawan. Sampai ada ungkapan nasionalisme adalah sebagian dari iman. Itu fatwa dari Mbah Hasyim Asyari, mbahnya Gus Dur,” ucapnya. [TH]