KAGAMA.CO, SLEMAN – Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) menyelenggarakan seminar, Jumat (23/2/2018) di Royal Ambarukmo, Sleman, Yogyakarta.  Seminar dihelat untuk merayakan Dies ke-70 FKG UGM

Seminar dibuka Menteri Sekretaris Negara Prof. Dr.  Pratikno, M. Soc,, Sc. mengungkap pandangannya mengenai dunia yang sudah berubah dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan industri.

“Pada waktu sekarang dunia telah berubah. Ini juga masuk dalam dunia kedokteran gigi. Ini dapat dilihat dari perubahan kita dalam bersikat gigi, ditambah kecanggihan perkembangan teknologi informasi, ini yang disebut revolusi industry,” ujar Prof Pratikno yang pernah menjadi Dekan FISIPOL UGM dan Rektor UGM.

Hal itu, menurut Pratikno, menunjukkan dunia sekarang harus merespons  perubahan agar tidak ketinggalan, termasuk dalam pendidikan tinggi. Karena, semua lini kehidupan akan sangat berkaitan yang harus saling mendukung satu sama lain. Dunia sekarang telah mengalami distruption (disrupsi) dan masuk ke dalam semua lini kehidupan.

“Ini saya duga kalau dalam dunia kedokteran gigi juga mengalami distruption. Meskipun saya bukan berlatar belakang dokter gigi, tapi ini juga yang terjadi dengan perkembangan yang ada,” ungkap Prof Pratikno.

Dikatakannya, kenyataan ini menunjukkan dunia sedang tunggang langgang karena masifnya perubahan radikal dari fisikal ke virtual, dari human berubah ke robotik. Kemajuan revolusi teknologi telah banyak mengubah tata kehidupan manusia, namun muncul persoalan dalam isu ethics dalam penerapan di kehidupan.

“Ini yang menjadi persoalan karena persoalan ethics sudah mulai terjadi perbedaan antargenerasi. Misalnya, orangtua yang sakit kalau meninggal ingin meninggal di rumah, sedangkan anaknya ingin berbakti dengan melakukan segala cara agar orangtua bisa sembuh dengan dirawat di rumah sakit,” katanya.

Pandangan yang dikemukakan Prof Pratikno didukung Firman, salah satu peserta seminar yang hadir dalam acara tersebut. “Menurut saya, sebagai seorang dokter  menyadari mengenai perubahan dunia yang begitu cepat. Sepuluh tahun yang lalu akan sangat berbeda dengan waktu sekarang. Kemajuan penemuan dalam dunia kedokteran dan kita harus merespon perubahan tersebut,” ujar Firman.

Ini tidak terlepas dengan kemajuan zaman yang didukung oleh penetrasi inovasi dan penyebaran informasi yang cepat dengan keberadaan media sosial.

Menurut Firman, menjadi dokter gigi pada waktu sekarang harus selalu terus belajar dan mengikuti kemajuan penemuan-penemuan yang memudahkan kehidupan manusia. Penemuan tersebut banyak menggantikan tenaga manusia dan digantikan oleh teknologi yang ada.

“Pandangan Pak Mensesneg membuka pandangan saya untuk selalu mengikuti perkembangan dunia. Ini penting untuk menyokong profesi saya sebagai seorang dokter,” pungkas Firman. [Fikri Fawaid]