Potret Kehidupan Mahasiswa Indonesia di Amerika Tempo Dulu

74
Di sela-sela perkuliahan sering diadakan pesta dansa di universitas. Para mahasiswa yang datang dari luar negeri hadir mengenakan pakaian khas daerahnya. Sanggul yang dikenakan mahasiswi Indonesia kerap menyedot perhatian. Foto: Majalah Gadjah Mada 1953
Di sela-sela perkuliahan sering diadakan pesta dansa di universitas. Para mahasiswa yang datang dari luar negeri hadir mengenakan pakaian khas daerahnya. Sanggul yang dikenakan mahasiswi Indonesia kerap menyedot perhatian. Foto: Majalah Gadjah Mada 1953

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Sebelum Indonesia menyatakan kemerdekaan, telah banyak pemuda-pemuda Indonesia yang menempuh pendidikan di luar negeri.

Hatta dan Sjahrir misalnya, saat berkuliah di Belanda mereka dan sesama pemuda Indonesia di Belanda membentuk suatu organisasi.

Hal itu mereka wujudkan guna mengusahakan kemerdekaan Indonesia serta menyuarakan penjajahan di Hindia Belanda kala itu.

Setelah merdeka, para pemuda yang dikirim ke luar negeri jumlahnya semakin bertambah seiring adanya kerja sama pemerintah Indonesia dengan perguruan tinggi di luar negeri.

Di tahun 50-an beberapa mahasiswa Indonesia yang berada di Amerika membentuk Perhimpunan Pelajar Indonesia di Amerika Serikat.

Baca juga: Liburan Semester ala Mahasiswa Jadul UGM; Dari Upacara, Bar Mini, hingga Menggelar Pernikahan

Kabar mengenai perhimpunan tersebut dan catatan mengenai kehidupan mahasiswa di sana dimuat dalam Majalah Gadjah Mada terbitan bulan Desember tahun 1953.

Catatan tersebut ditulis oleh Sunardi, salah satu mahasiswa Indonesia di Amerika.

Saat itu Perhimpunan Pelajar Indonesia diketuai oleh Harsono seorang mahasiswa Indonesia di New York.

Karena terhalang komunikasi yang sulit, tidak semua mahasiswa Indonesia di Amerika tertampung dalam wadah tersebut.

Kebanyakan para mahasiswa terpencar ke beberapa negara bagian dan kota.

Baca juga: Uniknya Perpeloncoan di Awal Berdirinya UGM