Pertanian, Industri dan SDM Jadi Kunci Sulut Siap Tantang Era Industri 4.0

75
Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Sulawesi Utara, telah menyelenggarakan Seminar Nasional (Semnas) terkait tantangan Era Industri 4.0. Foto: Istimewa
Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Sulawesi Utara, telah menyelenggarakan Seminar Nasional (Semnas) terkait tantangan Era Industri 4.0. Foto: Istimewa

KAGAMA.CO, MANADO – Semnas bertema Outlook Perekonomian Indonesia, Peluang dan Tantangan di Era Industri. 4.0 telah rampung digelar Kagama Sulut pada Selasa (21/1/2020).

Dalam bincang-bincang di lantai 6 Ball Room Hotel Arya Duta Manado tersebut, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM, Prof. Dr. Sri Adiningsih, S.E.,M.Sc., tampil sebagai pembicara utama.

Nining, sapaan akrabnya, menggarisbawahi mulai 2020 hingga 2030 bakal ada 23 juta lapangan kerja yang hilang.

Karena itu, lanjutnya, penguasaan Industri 4.0 sangatlah penting guna mengubah tantangan menjadi peluang.

Senada dengan Nining, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara, Arbonas Hutabarat, menyebut, bahwa saat ini semua pelaku usaha harus mampu menangkap peluang pada era Industri 4.0.

Secara spesifik, dia meyakini industri manufaktur dan pertanian adalah kunci utama dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Sulut.

Terutama sektor pertanian, yang diklaim Arbonas punya kontribusi paling besar untuk PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Sulut.

Baca juga: Sebuah Studi Ungkap Cara Atasi Stres di Kalangan Mahasiswa

“Pertanian masih 21 persen, perdagangan 12 persen, jasa konstruksi, pariwisata, dan sektor lainnya juga memberikan kontribusi yang baik,” kata Arbonas.

“Namun, pertanian masih mendominasi,” jelasnya.

Meski telah memetakan sektor mana yang bisa menjadi fokus untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, Arbonas sangsi dengan peran apa yang mesti diambil oleh masyarakat Sulut.

Akan tetapi, kesangsian itu lantas memunculkan jawaban sebagai rujukan darinya.

“Apakah kita hanya menjual dan membeli barang dari luar negeri?” kata Arbonas.

“Hal yang perlu dilakukan sekarang adalah meningkatkan hasil produksi, khususnya di bidang pertanian. Langkah itu diambil agar ekonomi kita terus membaik,” tuturnya menyarankan.

Lebih lanjut, Arbonas memuji meratanya kontribusi beragam sektor dalam menumbuhkan perekonomian Sulut.

Baca juga: KBRI Beijing Sukses Dongkrak Ekspor Komoditas Unggulan Indonesia ke Tiongkok