MOSKOW, KAGAMA – Semenjak dibukanya Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Moskow pada 1954, untuk pertama kalinya Indonesia memiliki permanent product display bagi produk makanan dan minuman Indonesia di Rusia. Paviliun seluas 180 m2 di Food City tersebut merupakan paviliun terluas di antara paviliun lain dan diharapkan akan menjadi tuan rumah bagi lebih dari 20 perusahaan Indonesia untuk memamerkan berbagai produk makanan unggulannya.

“Setelah setahun bertugas di Rusia, saya menyadari ternyata masyarakat Rusia menyukai produk-produk makanan Indonesia sebagaimana terlihat pada acara Festival Indonesia yang diselenggarakan tanggal 20-21 Agustus 2016 yang lalu. Semua makanan yang disajikan dalam acara festival yang baru diselenggarakan pertama kalinya itu habis terjual hanya dalam hitungan kurang dari 3 jam” kata Dubes RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus Wahid Supriyadi mengawali sambutannya pada acara Soft Launching, Senin (24/4/2017).

Dubes Wahid melanjutkan, pendirian paviliun permanen Indonesia terealisasi berkat bantuan dari mantan Menteri Perdagangan RI, Rachmat Gobel, yang juga mendapat dukungan penuh dari Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita, dan Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa, Kementerian Luar Negeri RI.

Gambar_01

Hadir pada acara pembukaan di antaranya Rachmat Gobel, Helga Kumontoy selaku Manajemen Paviliun Indonesia, Delegasi Komite I DPD RI yang kebetulan sedang melakukan kunjungan kerja ke Moskow, Perwakilan Manajemen Food City, wakil dari paviliun Iran dan Pakistan serta keluarga besar KBRI Moskow.

Momentum ini sejalan dengan semakin meningkatnya nilai perdagangan Indonesia-Rusia menjadi sebesar USD 2,6 miliar pada tahun ini atau meningkat 33,4% dibandingkan tahun sebelumnya. Indonesia mengalami surplus USD 1,8 miliar tahun lalu dan yang menggembirakan eskpor RI meningkat cukup tinggi 35% sebesar USD 2,2 miliar.

Sambutan Direktur Kerjasama Internasional Eurasian Business Union mewakili manajemen Food City, Mr. Alexey Khobasov, mengatakan, setelah kerja keras selama 9 bulan, akhirnya paviliun Indonesia hadir sekaligus menjadi salah satu dari negara ASEAN pertama yang memiliki paviliun di Food City.

Gambar_07

“Pendirian Paviliun Indonesia ini merupakan bentuk dukungan bagi upaya KBRI untuk mendorong peningkatan perdagangan kedua negara. Langkah ini dilakukan dalam rangka memerluas akses pasar ekspor Indonesia di Rusia serta negara lainnya yang memiliki paviliun di Food City,” kata Rachmat Gobel sekaligus menandai dibukanya paviliun Indonesia.

Paviliun Indonesia diharapkan menjadi jawaban atas semakin potensialnya pasar Rusia bagi produk Indonesia. Wakil dari paviliun Iran dan Pakistan yang turut hadir pada acara pembukaan paviliun juga menyampaikan keinginan dan harapan untuk dapat mengimpor produk dari Indonesia, di antaranya kertas dan minyak kelapa sawit. Hal ini menjadikan Food City tidak hanya berpotensi bagi pengembangan produk Indonesia di pasar Rusia namun juga negara-negara di sekitarnya. [Sumber: KBRI Moskow]