KAGAMA.CO, MANADO – Perlindungan Jaminan Sosial yang di berikan BPJS Ketenagakerjaan tepat menyasar semua lapisan, kali ini seluruh Pekerja Sosial Lintas Agama di Provinsi Sulawesi Utara resmi dilindungi program BPJS Ketenagakerjaan

Pada kesempatan ini juga sekaligus mengukuhkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia sebagai Perlindungan Pekerja Sosial Lintas Agama sejumlah 32.000 orang. Pengukuhan ini dilaksanakan di Manado Convention Center, Jumat (11/5/2018).

Perlindungan yang diberikan ini mulai berlaku pada Mei hingga Desember Tahun 2018 dengan pembiayaan iuran dari APBD Perubahan Tahun 2018 dan APBD Tahun 2019 serta program CSR Bank Sulut dan BNI.

“Sulawesi Utara merupakan Provinsi dengan tingkat toleransi antar pemeluk agama tertinggi, sangat tepat kiranya para pekerja mulia ini mendapatkan perlindungan dalam mengemban misi kemanusiaan dari BPJS Ketenagakerjaan,” tutur Agus Susanto, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan.

Perlindungan bagi 32.000 pekerja sosial lintas agama ini berasal dari organisasi kristen yang bernaung di GMIM, GMIST, GMIBM, GPDI, KGPM, dan GMAHK, serta dari lintas agama lainnya seperti Katolik, Islam, Hindu, Budha, dan Kong Hu Chu.

Ada 325 kantor layanan di seluruh Indonesia yang siap memberikan pelayanan kepada seluruh aparat desa.
Ada 325 kantor layanan di seluruh Indonesia yang siap memberikan pelayanan kepada seluruh aparat desa.

Pekerja sosial ini termasuk diantaranya para pendeta, serta ustadz hingga para merbot atau penjaga tempat ibadah agama Islam, Masjid.

Tugas-tugas mereka meliputi pelayanan bagi terselenggaranya kegiatan ibadah di tempat ibadah masing-masing. Tentunya risiko sosial juga rentan terjadi pada siapa saja, dimana saja dan kapan saja.

Agus juga memberikan apresiasi kepada jajaran Pemprov Sulawesi Utara yang dikomandoi oleh Olly Dondokambey SE selaku Gubernur Sulawesi Utara atas dukungan penuh pada program BPJS Ketenagakerjaan terutama pada capaian perlindungan bagi para pejuang lintas agama dalam hal perlindungan sosial bagi mereka.

Hal ini diharapkan menjadi contoh bagi provinsi lain untu mengupayakan dukungan penuh bagi perlindungan sosial warganya utk semua lingkup pekerjaan.

Melalui perlindungan ini juga dapat menjadi contoh bagi seluruh wilayah di Indonesia bahwa para pekerja lintas agama dapat beriring sejalan dalam perlindungan jaminan sosial.

“Perlindungan ini harus menjadi cambuk bagi kita semua terutama Insan BPJS Ketenagakerjaan untuk lebih memaksimalkam lagi perlindungan bagi para pekerja yang belum terlindungi dari risiko sosial di seluruh lapisan pekerja,” pungkas Agus.

 

Sumber : Deputi Direktur Humas & Antar Lembaga BPJS Ketenagakerjaan