3. Kekurangan Kelas

Tak hanya kondisi kelas yang seadanya, mahasiswa “era keraton” juga sering kali mengalami kekurangan tempat untuk menjalankan kuliah. Biasanya sang dosen sendirilah yang akan bergegas mencarikan tempat, seperti kisah dalam Majalah Balairung No.9 tahun 1988 ini.

Dalam majalah tersebut diceritakan kisah Siti Sundari saat kuliah dengan Prof. Purwacaraka. Waktu itu pagi, Prof. Purwa kebingungan mencari ruang kuliah yang ternyata tidak ada yang kosong. Dengan spontan akhirnya Prof. Purwa mengajak mahasiswanya, “yo kuliah ning kene wae.” Ayo kuliah di sini saja. Kene yang dimaksud Prof. Purwa ialah tempat yang dekat dengan kandang sepeda.

“Jadi terpaksa kami harus mencari kursi sendiri-sendiri dan kuliah itu berjalan di ruang terbuka,” jelas Sundari.