Namun, tentu saja minimnya fasilitas kampus juga menimbulkan beberapa kesusahan bagi mahasiswa. Untuk bernostalgia kami mencoba membagikan cerita lika-liku mahasiswa UGM “era keraton” tersebut. Hal-hal berikut kalau dibandingkan dengan keadaan saat ini, mungkin rasanya begitu ngenes.

Foto ruang praktikum.(Foto: Dok. Majalah Balairung)
Foto ruang praktikum.(Foto: Dok. Majalah Balairung)

1. Mendengar Penjelasan Dua Dosen Secara Bersamaan

Sjafri Sairin dalam Repertoire Fakultas Ilmu Budaya UGM menceritakan kesannya saat pertama kali kuliah di UGM. Begini ceritanya:

“Tidak pernah terbayangkan sebelumnya, ketika pertama kali masuk kuliah dapat mendengarkan penjelasan dari dua dosen yang berbeda dalam waktu yang bersamaan….”

Apa yang dikisahkan Sjafri terjadi karena, pada tahun 60-an pembatas antarkelas yang digunakan di sitihinggil hanyalah sebuah anyaman bambu atau gedhek. Sehingga tentu saja ia tidak dapat meredam suara dari kelas sebelahnya.