Perjalanan Mengharu Biru Widyanto Sampai Menjadi Dosen Kehutanan UGM

842

Baca juga: Ide Berdirinya Fakultas Perhubungan dan Pengangkutan di UGM Tempo Dulu

Peroleh Banyak Hikmah Setelah Meraih Gelar Master

Setelah selesai menempuh pendidikan master, untuk melanjutkan ke studi doktoral kata Widy lebih mengharu biru.

Beasiswa yang ia peroleh hanya sampai pendidikan master.

Namun, profesor atau pembimbingnya mendorongnya untuk lanjut studi.

“Sudah diterima untuk studi lanjut, tetapi beasiswa belum ada. Saya kemudian berdiskusi panjang dengan profesor Saya. Sempat berpikir untuk kuliah sambil bekerja. Tetapi, profesor Saya tidak menyarankan, karena kuliah doktor sangat berat jika masih harus disambi bekerja. Profesor menyuruh Saya pulang ke Indonesia dulu untuk mencari beasiswa,” kenangnya.

Dikatakan oleh Widy, Allah adalah pembuat skenario yang luar biasa baik.

Baca juga: KAGAMA Riau Beri Bantuan Korban Kabut Asap

Banyak hikmah yang ia peroleh saat pulang ke Indonesia.

Ia dikaruniai anak kedua, istrinya diterima sebagai PNS di Pemda DIY, dan Widy mendapatkan beasiswa studi S3 dari Hitachi Schoolarship Foundation.

Ia berangkat kembali ke Jepang pada 2009.

Boyong Istri dan Anak-anak ke Tokyo

Di tengah-tengah masa studi S3-nya, Jepang dilanda gempa bumi.

Widy sebagai perwakilan mahasiswa Indonesia yang kuliah di Jepang membantu mengabarkan kondisi terbaru mahasiswa dengan terlibat di tim Crisis Centre-KBRI Tokyo.

Baca juga: UGM Wujudkan Mimpi Desa Terpencil Sulawesi Tengah Nikmati Listrik

Di sisi lain, Widy merasa gelisah berada pada jarak yang jauh dengan keluarganya.

Ia pun mendapat kesempatan untuk beberapa kali pulang ke Indonesia.

Pada saat Widy menjalani S3, istrinya akhirnya juga berkesempatan mendapatkan beasiswa untuk studi master di universitas yang sama dengannya di Tokyo.

Anak-anaknya pun ikut diboyong ke Tokyo dan berkesempatan sekolah di kota itu.

Selesai menempuh studi S3 pada 2012, Widy kemudian kembali ke UGM dan mengajar.

Di tahun 2013 ia diberi amanah untuk menjadi Ketua Program Studi Kehutanan sampai sekarang.

Hingga saat ini Widy selalu berusaha menjalankan visi dan misi prodi, mengembangkan kurikulum serta melakukan yang terbaik untuk dapat menyelesaikan amanah yang diembannya itu. (Kinanthi)

Baca juga: Buruknya Tata Kelola Perkebunan Sebabkan Masyarakat Benci Kelapa Sawit