Perjalanan Mengharu Biru Widyanto Sampai Menjadi Dosen Kehutanan UGM

837

Baca juga: Ganjar Pranowo Lantik Pengda KAGAMA Sulawesi Utara

Akhirnya ia menempuh pendidikan master di Tokyo University of Agriculture and Technology di Tokyo pada 2006.

Dinamika terus berlanjut selama Widy menempuh studi di luar negeri.

Diceritakan olehnya, Widy awalnya merasa berat harus meninggalkan istri dan anaknya yang masih berusia enam bulan.

“Ini bukan sesuatu yang ringan bagi Saya. Selain harus meninggalkan keluarga, hal lain yang menjadi pikiran adalah Saya belum pernah keluar negeri. Saat itu harus kuliah di sana dan bertemu profesor yang belum pernah Saya jumpai sebelumnya,” jelas Widy.

Aktif sebagai Ketua PPI KANTO

Selama kuliah di Jepang itu pula, Widy berusaha mengkondisikan diri.

Setahun setelahnya Widy dan istri, serta anaknya sepakat untuk tinggal bersama di Jepang.

Baca juga: Tim SEMAR UGM Sabet 2 Piala di Kompetisi Mobil Hemat Energi 2019

Selama menjalani masa studi di Jepang, ia juga aktif sebagai ketua Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Koordinator Daerah (Korda) KANTO di Jepang.

“Di situ Saya lumayan aktif, termasuk bagian dari penyelenggaraan temu ilmiah mahasiswa di Jepang,” ungkapnya.

Salah satu hasil temu ilmiah tersebut yaitu ditandatanganinya MoU antara UGM dengan Tokyo University of Agriculture and Technology dalam hal aktivitas mahasiswa UGM di Jepang, baik studi lanjut master maupun doktor, riset, dan lainnya.

Nota kesepahaman tersebut masih berlanjut hingga sekarang.

“Kita ke sana tidak hanya sekolah. Karena di UGM status kita adalah dosen yang semestinya berpikir secara institusi, bukan pribadi. Bagaimana kita berkontribusi untuk institusi. Selama kita masih bisa mengerjakannya di sela-sela aktivitas studi, ya kita kerjakan,” ungkap Widy.

Widy berhasil menyelesaikan studi masternya pada 2008.

Baca juga: Sumbangsih KAGAMA Wujudkan Reformasi 1998