Perjalanan Mengharu Biru Widyanto Sampai Menjadi Dosen Kehutanan UGM

852

Baca juga: KAGAMA Kalimantan Timur Siap Bantu Pemerintah Bangun Ibu Kota Baru

Ia kemudian meminta saran kepada neneknya, dan akhirnya memutuskan untuk bekerja di Yogyakarta.

Widy mengawali kariernya sebagai pegawai Bank selama satu tahun.

Setelah itu ia teringat dengan cita-citanya dulu yang ingin menjadi guru.

Ia berharap bisa meraih profesi apapun yang mirip dengan pekerjaan guru.

Tidak lama setelah itu, Widy mendapat kesempatan yang sesuai dengan cita-citanya, yakni menjadi dosen di Fakultas Kehutanan.

Bersama teman-teman di Negeri Sakura. Foto: Istimewa
Bersama teman-teman di Negeri Sakura. Foto: Istimewa

Baca juga: Peneliti PSKK UGM Soroti Kapasitas Penduduk dan Pengelolaan Konflik di Ibu Kota Baru

“Sejak Saya mulai nyaman di Fakultas Kehutanan, Saya juga berniat menjadi dosen. Kemudian Saya dapat lebih bersungguh-sungguh menjalankan aktivitas kuliah,” jelasnya.

Sebagai dosen, Widy harus melanjutkan pendidikan tinggi.

“Saya dari dulu inginnya kuliah di Jepang. Waktu itu sudah kenal dengan salah satu profesor di Nagoya dan berharap bisa belajar di sana,” ungkapnya.

Beruntungnya, Widy mendapatkan beasiswa dari Negeri Sakura itu yang memang ditujukan untuk mahasiswa Indonesia dan khusus untuk studi di bidang sains.

Hal ini sesuai dengan minat Widy sejak awal.

Baca juga: Solusi Mengurangi Kerusakan Hutan di Lokasi Ibu Kota Baru