Perjalanan Mengharu Biru Widyanto Sampai Menjadi Dosen Kehutanan UGM

842

Baca juga: Rimawan Pradiptyo, Ekonom UGM yang Membawa Ilmu Experimental Economics ke Indonesia

Apapun yang berbau alam, Widy merasa betah.

Masih seputar hobi dan kesukaannya, Widy mengaku pernah memiliki hobi melukis saat masih kecil.

Saat duduk di bangku SMP dan SMA, Widy termasuk pelajar yang berprestasi di bidang ini.

Bahkan sampai menjadi mahasiswa, Widy masih konsisten melukis.

“Melukis jadi satu-satunya pekerjaan untuk menyambung hidup selama kuliah. Saat itu Saya banyak melukis wajah. Hasilnya cukup buat tambahan uang makan. Saya jual tidak mahal, berapapun uang yang diberikan, Saya senang, karena sudah diapresiasi,” jelas Widy.

Bersama teman-teman saat ngekos di Tawangsari. Foto: Istimewa
Bersama teman-teman saat ngekos di Tawangsari. Foto: Istimewa

Baca juga: Gugus Tugas Papua UGM Kirim 186 Guru ke Papua

Namun, kini karena kegiatan semakin padat, hobi melukis ini terhenti dan Widy vakum dari aktivitas ini.

Bila ditanya soal suka dan duka selama kuliah, Widy menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang biasa dan lebih cocok disebut dengan dinamika kehidupan.

“Dulu kiriman telat atau uang saku cupet ya biasa. Untungnya nggak sampai hutang di warung, paling hutang sama teman saja,” ujarnya sambil tertawa.

Ingin Jadi Guru

Diceritakan oleh Widy, masa-masa awalnya mencari pekerjaan pertama sering diselimuti kegalauan.

Saat itu, Widy tidak hanya diterima di satu tempat kerja, yakni di salah satu bank nasional di Yogyakarta dan Kementerian Keuangan dengan penempatan kerja yang ditentukan instansi.

Baca juga: Kementerian PUPR Optimis Jalankan Visi Misi Presiden dan Realisasikan Pemindahan Ibu Kota