Hassan melanjutkan, secara ekonomi ASEAN telah tumbuh menjadi kekuatan ekonomi ke-7 di dunia dan akan segera meningkat menjadi ke-6. Melalui skema free flow of goods, services, capital and labor, semakin meningkatkan nilai perdagangan baik Intra-ASEAN maupun Extra-ASEAN.

“Menurut laporan Price Waterhouse Cooper, dimana pada tahun 2050 proyeksi GDP Indonesia menduduki peringkat ke-4  di bawah China, India dan Amerika Serikat, dapat diperhitungkan,” tandasnya.

Namun demikian, Dr. Hassan Wirajuda mengingatkan perlunya ASEAN melakukan reformasi kelembagaan yang berkelanjutan, membangun tatanan di kawasan Asia Timur dan Pasifik sebagai sesuatu yang strategis, dan ASEAN harus mampu menyikapi kebangkitan China vis a vis perubahan kebijakan luar negeri Amerika Serikat terhadap kawasan Asia dan Pasifik.

Menutup seminar tersebut, telah ditampilkan dan dimeriahkan oleh tim kesenian dan kebudayaan dari masing-masing negara ASEAN di Madrid yaitu Indonesia dengan Tari Greget Persi, Malaysia dengan Tari Zapin, Filipina dengan pertunjukan Gitar Flamenco, Thailand dengan pertunjukan alat musik tradisional serta Vietnam dengan permainan alat musik suling.

Selain itu, digelar pameran foto ASEAN mulai foto bersejarah penandatangan Deklarasi Bangkok 1967 hingga foto-foto terkini kegiatan ASEAN.(Sumber: KBRI Madrid)