Perbedaan Program Reguler dan Internasional di UGM

1308
Perbedaan pertama program IUP dan reguler terletak pada jalur masuknya. Foto: mayasatihk.blogspot.com
Perbedaan pertama program IUP dan reguler terletak pada jalur masuknya. Foto: mayasatihk.blogspot.com

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Selain membuka kelas reguler, Universitas Gadjah Mada (UGM) juga memiliki program internasional di beberapa fakultas dan juruasan.

Internasional Undergraduate Program (IUP) yang ditawarkan UGM antara lain terdapat di Fakultas Ekonomika dan Bisnis dengan Program  Studi (Prodi) Ilmu Ekonomi, Akuntasi dan Manajemen.

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) juga memiliki Prodi yang memilki program IUP, di antaranya adalah Hubungan Internasional, Manajemen dan Kebijakan Publik dan yang teranyar tahun ini adalah Komunikasi.

Selain itu, di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) ada Prodi Kimia dan Ilmu Komputer. Fakultas lain yang juga membuka program serupa yaitu Fakultas Psikologi, Fakultas Hukum, dan Fakultas Kedokteran,Kesehatan Masyarakat dan  Keperawatan (FK-KMK).

Adapun perbedaan antara program reguler dan internasional adalah sebagai berikut.

Jalur masuk

Perbedaan pertama program IUP dan reguler terletak pada jalur masuknya. Jika program reguler melalui tiga jalur SNMPTN, SBMPTN, UTUL dan PBU. Program IUP memiliki jalur sendiri yang sudah dibuka sebelum jalur lain membuka pendaftaran.

Biasanya program ini akan membuka pendaftaran sebanyak tiga kali gelombang. Tahun ini, gelombang pertama sudah dibuka pada Januari lalu. Sedangkan gelombang kedua dibuka pada April, dan untuk gelombang terakhir akan dibuka pada 17 Juni hingga 10 Juli mendatang.

Materi ujian masuk

Selanjutnya yang membedakan ialah ujian Program IUP mensyaratkan calon mahasiswa untuk mengikuti tes potensial akademik (Gadjah Mada Scholastic Test/ GMST), kemampuan dasar bahasa Inggris (TOEFL ITP, IELTS), Leadership Group Discussion, dan wawancara.

Berbeda dengan program reguler yang  tes ujiannya memiliki tiga kategori; Kelompok ujian sains dan teknologi (Saintek), Kelompok ujian sosial dan humaniora (Soshum) dan Kelompok ujian campuran (Saintek dan Soshum).