Peraih IPK Tertinggi FEB UGM Ini Selesaikan Skripsi di Erasmus University Rotterdam

422
Jeihan di masa depan ingin menjadi seorang filantropis, yang bisa membantu banyak orang. Foto: istimewa
Jeihan di masa depan ingin menjadi seorang filantropis, yang bisa membantu banyak orang. Foto: istimewa

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Sejak awal kuliah Jeihan Vianni Syarida (20) hanya fokus mendapatkan nilai bagus.

Pada Wisuda Program Sarjana dan Diploma Periode I Tahun Akademik 2019/2020 ini, Jeihan tidak menyangka bisa menjadi wakil wisudawan Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM.

“Fokus Saya selama kuliah cuman buat earn good grades, not to achieve some kind of recognition. Dengan dapat penghargaan ini hanya bonus aja sih,” jelas Jeihan.

Wisudawan yang meraih IPK 3,92 ini mengaku tidak memiliki resep belajar khusus.

Jeihan mengatakan, selama ini dia belajar dan berjuang sama seperti mahasiswa lainnya.

Namun, selama ini Jeihan berusaha mengelola manajemen waktu belajarnya dengan baik.

Diceritakan olehnya, sejak masih menjadi mahasiswa baru, Jeihan sadar bahwa dirinya tidak mudah menangkap semua materi perkuliahan dengan cepat.

Jeihan merupakan mahasiswi prodi Akuntansi program IUP, sehingga dia diberi kesempatan double degree di Erasmus University Rotterdam dan menyelesaikan skripsinya di sana. Foto: istimewa
Jeihan merupakan mahasiswi prodi Akuntansi program IUP, sehingga dia diberi kesempatan double degree di Erasmus University Rotterdam dan menyelesaikan skripsinya di sana. Foto: istimewa

Baca juga: Jangan Panik! Hadapi Pengidap Ekshibisionis dengan Cara Ini

Utamanya jika Jeihan belajar dalam waktu mendekati deadline.

Selain itu, ada beberapa mata kuliah yang tidak bisa Jeihan pahami dengan cepat.

Untuk itu dirinya selalu mempelajari materi berulang kali.

Tidak hanya itu, Jeihan juga berusaha menentukan prioritas waktunya.

“Misal ada rapat hari selasa malam, tapi ada quiz di hari Rabu dan presentasi di hari Kamis. Ya aku usahain kalau ada spare time sebentar apapun, aku berusaha buat nyicil. Setiap ada break rapat nyicil. Jadi at the end of the day semua to do list aku terpenuhi semua,” ujar Jeihan.

Selama 4 tahun menempuh studi, Jeihan hadapi berbagai tantangan.

Jeihan merasa sedih dan gagal, ketika tidak bisa mengerjakan ujian dengan baik.

Baca juga: Kagama Lahir dari Ide Prof Dr Sardjito